#Description
:
Judul : HAPPY BIRTHDAY KAI !!~
Author :
Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan a.k.a istrinya Kai xD *dilepar ke empang lele*
Genre : gajefriendship; comedy gagal
Rated : G (semua boleh baca~ ^3^)
Chapter :
oneshoot ! *dorr -0-
Cast :
semua member the GazettE~ (Ruki, Reita, Aoi, Uruha, Kai) ,serta OC yang
laen tentuin ndiri~ gkgkgk
Warning :
kaya biasa (gaje, alay, non EYD, dll~)
Length : 16 pages Ms.Word (4.153 words)~ jadi siapkan obat
tetes mata dan sebaskom air kalau2 entar matanya pedes XD~ *PLAK*
Disclaimer :
the GazettE bukan punya saya [tapi Kai punya saya XD *PLETAK*], cerita ini
hanya fiktif original by me, jadi gak usah dipikir dalem2 apalagi serius~ wkkk~
A/N : ini fanfic sebenernya sesajen(?) eh persembahan maksud saya, buat ultahnya Kai kemaren yang ke 31, tapi jadinya baru sekarang karena tugas dan ujian sekolah yang bikin saya seteresu ~ uhuk uhuk (TTwTT) *jiah jadi curcol* Actually this fanfic’s just only one for MY KAI !! \(≧▿≦)/ #plakk.
Udah lah ngebacotnyak, mari kita kemooonn! XD
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
~START~
~START~
Mendung, itulah gambaran cuaca hari ini.
“Sepertinya mentari sedang enggan
menampakan dirinya saat ini”,ucap seorang pemuda pada dirinya pada dirinya
sendiri.
Pemuda itu terlihat sedang duduk
sendiri di sebuah café sambil memandangi daun-daun pohon yang telah berubah
warna menjadi merah, kuning, jingga atau bahkan coklat. Momiji, begitulah
daun-daun itu disebut di Jepang saat musim gugur.
“Mereka sangat indah, apalagi saat
terbang terbawa angin”, gumam pemuda itu sambil menyeruput kopi di cangkirnya.
Drrt! Drrt!
Drrrt~
Ponsel
pemuda itu bergetar tanda bahwa ada panggilan masuk. Ia pun segera menerima
panggilan itu.
“Moshi
mosh_”
“Hoii! Kai!
Kamu di mana??! Jangan bilang kamu lupa sama janji kita di studio!”
“Eh? Janji?
Emangnya janji apa ya?”
“Janji buat
latihan band lah! Masa janjian buat senam hamil!!”
“O iya! Maaf
aku lupa! Hehe”
“Kapan sih
kamu itu gak lupa?! Udah cepetan ke studio! Gak pake lama!”
“Oke”
Bip. Pemuda yang kita ketahui bernama
Kai itu pun mematikan ponselnya, kemudian memasukkannya ke dalam saku
celananya. Lalu ia memeriksa dirinya.
“Ponsel,
udah. Dompet, aman. Udah lengkap kok, hehe”, katanya sambil cengar- cengir.
Lalu dia mengambil kunci mobil di atas meja café dan kemudian melaju
menggunakan mobilnya meninggalkan café tersebut.
Tanpa disadarinya seseorang telah
memperhatikannya, dia adalah pelayan café tersebut yang notabene masih baru,
transmigran dari Jawa *jauh amat dari Jawa ke Jepun xD*
“Lho?
Keliatannya mas-mas yang duduk di sini tadi belum bayar deh”, katanya sambil
garuk-garuk kepala, ada kutunya *plak*.
“Udah biasa.
Kamu catet aja bon-nya terus jadiin satu. Nanti kalo dia ke sini lagi tinggal
suruh bayar lunas”, tegas bapak pemilik café yang sudah hafal betul dengan
kebiasaan lupa pelanggannya itu pada pegawai barunya.
“Oh, inggih
Pak. Wakarimashita! Hehe”, ujar pelayan itu (masih) dengan logat jawa medoknya,
sambil membereskan cangkir coffee di atas meja itu.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
~Di Studio~
Tuk! Tuk!
Tuk! Tuk!
Seorang pemuda berpipi chubby dan
embul tengah mengetuk-ngetukkan bolpoin yang sedari tadi digenggamnya sebagai
pelampiasan diri(?) karena belum kunjung mendapat ide untuk menulis lyrics,
ditambah lagi leader band-nya yang super pelupa pada janji yang padahal ia buat
sendiri itu membuatnya semakin mendengus kesal.
“Betek!
Nge-stuck!”, katanya jengkel kemudian mencomot takoyaki nganggur di hadapannya.
“Betek sih
betek, nge-stuck sih nge-stuck, tapi jangan embat takoyakiku napa Ruk (TT_TT)”,
sendu seseorang yang lagi benerin plester di hidungnya atau lebih kerennya
disebut noseband.
“Eh? Ini
takoyakimu ya, Reita? Gomen, udah aku makan semua (=w=)”, ucap pemuda bernama
Ruki itu tanpa dosa.
“Dasar kamu
itu Ruk, makan mulu kalo lagi betek. Nanti kalo pipimu itu tambah embul ,aku
gak tanggung jawab lho”, goda pemuda bernama Reita itu sembari mengerucutkan
bibirnya, dan kemudian disambut timpukan kertas tak berbentuk –bekas
pelampiasan karena gak dapet ide buat nulis lyrics– dari Ruki.
“Eh,
Ruki-chun, jangan buang sampah sembarangan~ entar kalo ibuk-ibuk cleaning service
studio ini sampe liat, bisa dikeplak sapu atu-atu deh kita”, ucap seorang
pemuda lain bernama Uruha yang lagi asik mainin joystick; nge-game.
“O iya. Kalo
gitu buangin kertasnya ya, Rei. Pan kertasnya lebih deket ama kamu”,kata Ruki
cuek macam majikan Arab yang kejem ama pembantunya.
“Jiahuhuhuhu
(TT_TT)”, tangis Reita bagaikan Cinderella yang dinistai saudara-saudara
tirinya (Baca: CindeReita XD *bLETAK!*)
Di samping itu, seorang pemuda lain
bernama Aoi tengah sibuk membolak-balikkaan kalender dengan mimik wajah yang
sangat darius; saking seriusnya maksudnya.
“Kamu ngapain
bolak-balik kalender gitu kaya orang goreng martabak ,Wo? (=w=)”, tanya Ruki
pada Aoi yang sumpek liat Aoi nungging ngebolak-balik kalender yang nempel di
tembok.
“Etto~
sebenernya aku cuman pengen tau, sekarang ini tanggal berapa ya? Terus besok
tanggal berapa?”
“Oh, kalo
hari ini tanggal 27 Oktober 2012, kalo besok tanggal 28 Oktober 2012 (=w=)”,
jawab Ruki sambil buka aplikasi kalender di ponselnya *Ruki pinter XD*
“Hn~ tanggal
28 Oktober ya? Hmhm (-w-)”, Aoi mikir sambil mainin jambangnya.
“Emang kenapa?”,
tanya Ruki (sedikit) penasaran.
“Berarti
besok aku harus bayar sewa apato, kalo enggak aku bisa ditendang alias diusir
nanti. WAA! Diusir ?? TIDAK!! )@0@(“ ,Aoi mulai heboh.
“Ada apa sih
Ruk? Aoi kenapa tuh ekspresinya kaya habis liat syaiton??” ,tanya Reita yang
baru aja buang sampah keluar.
“Itu, si Aoi
bakal diusir kalo gak bayar sewa apatonya tanggal 28 Oktober besok”, jawab Ruki
sambil nunjuk ekspresi aneh Aoi.
“HE??? 28
OKTOBER??? (O_O)”, Reita melotot, shoXX kayaknya.
“Iya,
Kenapa? Kamu juga mau bayar sewa apato? (=w=)”, tanya Ruki.
“Bukan!
Tanggal 28 Oktober itu kan__”, omongan Reita keputus.Ruki cengo.
“…”
“…”
“LEADER-SAMA
ULANG TAHUN~~ HOHOHO ^0^/”,celetuk Uruha yang girang baru aja menangin gamenya
*tunggu dulu, emangnya Uru battle ama sapa yak? Gak tau dah! Author kagak
kepikiran!! XDD* dan itu sukses membuat Reita, Ruki, dan Aoi kejengkang, kaget.
“EH?? Ulang
tahun? (OwO)”, Ruki tambah cengo, Reita mangap, Aoi sadar dari kehebohannya (?)
“Ulang tahun
leader-sama? Hmm (*w*)”, mendadak Aoi grinning-grinning aneh, terus dia meraih
ponselnya; ternyata dia mau update twitter! DX .Dan tweet-nya itu sungguh
membuat author sukses manyun 5 cm ngebacanya (=w=”)
Isi tweetnya
begindang :
-> Hm~
besok si leader-sama ultah~ kasih kado apa yah?? Aw iya~ aku bakal ngado
tonjokanku buat dia~ (*w*) hm hm
[note : itu
bener-bener yang di-tweet ama Aoi di real world lho~ cuman udah di translet
dengan bumbu alay ama author~ ck, ngebetein banget dah =w=a]
Aoi masih cengengesan baca update-an
tweetnya sendiri, Ruki juga masih cengo, Reita apalagi.. .. Masih mangap !! XD
“Oi oi!
Jangan pada bengong! Nanti kalo kesambet kan biaya nyewa paranormal di sini
mahal ==a *ngarang* Mending kita mikirin kejutan buat leader-sama besok, OKAY!
^w^)/” ,kata Uruha bersemangat. Ruki, Reita, Aoi cuman ngangguk-angguk.
“Rencananya
gini nih… psst..psst..”
Uruha mulai
berbisik-bisik nyusun rencana. Kira-kira rencananya apa yah ? XD
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
GREEEEEEKKK~
Kai membuka pintu geser studio tempat
member the GazettE berlatih biasanya dengan bersemangat.
“Minna~ ini
aku bawa cemilan~ Ayo kita makan sama-sama ^0^”, seru Kai penuh suka cita, tapi
yang diajak bersuka cita malah entah di mana keberadaannya.
“Minna~
kalian di mana? Minna~?” ,Kai memanggil-manggil teman sekaligus rekan-rekan
band-nya itu, tapi tetap tidak ada respon.
“Masa udah
pada pulang? Ini kan belum latihan. Padahal udah sengaja bawa cemilan banyak,
huuhh”, dengus Kai cukup kecewa.
GLUTRAKK!!
“Eh? Suara
apa tuh? 0.0”
“Kucing~
meong~”
“Oh, cuman
kucing -.-“, Kai kembali mencari teman-temannya, tapi hasilnya tetap saja,
NIHIL. Yang ditemukannya malah sebuah kertas, umm sepertinya itu surat~
“Surat?”
,Kai mengernyitkan dahinya, heran. “Surat siapa ya? Apa ini surat cinta? Masa
surat cinta lecek begini =.= “,kata Kai masih membolak-balik surat itu.
Akhirnya karena sudah penasaran
tingkat provinsi, ia pun membaca surat kaleng itu…
Sorry,
Kai. Kita udah gak bisa lagi terus-terusan gini. Kamu sebagai leader harusnya
lebih ngerti perasaan kita yang cuman member biasa. Maaf, tapi kita mutusin
bersama untuk DISBAND. Yah, the GazettE disband. Makasih atas perhatianmu yang
terakhir ini.
Ruki, Reita, Aoi,
Uru
Kai tercengang, sangat terkejut saat
membaca surat lecek itu. Badannya langsung lemas, seperti habis dibuat lari
keliling Stadion Gelora Bung Karno 100 kali. Perasaannya hancur
berkeping-keping lebih dari perasaan seseorang yang ditolak cintanya.
Kepercayaan sebagai leader di band
rasanya runtuh sudah. Matanya terasa sangat panas, tapi tidak bisa menangis.
Wajahnya juga tiba-tiba berubah menjadi sangat pucat, lidahnya terasa kelu, dan
hatinya cenat cenut *halah*
GBRAAKKKK!!
Kai membanting pintu studio yang
kemudian berlari menuju mobilnya. Menancap gas, lalu pergi ke suatu tempat,
hendak memastikan yang terjadi padanya ini.
Beberapa
menit kemudian.
CKLEK~
Pintu gudang kecil yang ada di dalam
studio terbuka pulan, dan dari dalamnya muncul sebuah kepala. Yang jelas kepala
itu bukanlah milik gundul pecengis *heh* itu adalah kepala miliknya Ruki yang
lagi celingukan.
“Kai udah
pergi nih! Yakin gak papa biarin Kai kaya gini?? Kasihan juga”, prihatin Ruki
yang malah dibales jitakan di kepala oleh Uruha.
PLETAKK!
“Aw! Sakit
tauk! =3=” Ruki protes
“Tau gak!
Tadi itu hampir aja ketauan kalo kita lagi ngumpet di gudang! Kamu sih
kebiasaan nyerbu kalo Kai bawa cemilan! Untung tadi Reita ama Aoi ngehalangin
dan bilang kalo itu kucing! Tapi bego juga sih, masa kucing bilang kucing! =_=”
semprot Uruha bak semprotan obat anti nyamuk yang panjangnya kaya gerbong
kereta api.
“Iya iya
maap~ khilaf nih =3=”
“Ngomong-ngomong
gak papa ya kita ngerjain Kai gini? Kasihan juga tuh mukanya”, tanya Reita
nimbrung dan ngopas kata-katanya Ruki .
“Udah gak
papa. Lagian ini cuman setaon sekali pan=w=a “ jawab Uruha sambil jentikin
jari.
Mereka pun
melanjutkan rencana mereka ~~ (*v*)/
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
Tok! Tok !
Tok !
Kai mengetuk pintu rumah dihadapannya
dengan cukup keras –karena terbawa emosi- hingga empunya yang punya rumah pun
lari terbirit-birit untuk membukakan pintu.
CKLEK~
“Oh, Nak
Kai! Ada apa ya? Kok kamu pucat dan buru-buru begini ?? 0.0”, tanya seorang
ibu-ibu yang membukakan pintu rumah itu lumayan terkejut.
“Ah, ano,
Rukinya ada ,Bu? Apa saya boleh bertemu dengannya?”, jawab dan tanya(?) Kai
was-was.
“Ruki?
Bukannya Ruki tadi pergi ya? Kelihatannya belum pulang”, jawab ibunya Ruki
sambil melihat-lihat ke dalam rumah mengecek.
“Belum
pulang?? Padahal kan aku mau memastikan ini bener apa enggak, huuhuu T^T”,
tangis isak Kai dalam hati.
“Kalo mau
ditunggu ya silahkan, mari masuk dulu ^^”, kata ibunya Ruki mempersilahkan.
“Ah tidak
Bu, Terima kasih. Saya pergi dulu kalau begitu, permisi ^^”, ujar Kai dengan
senyum lalu kembali ke mobilnya, lalu pergi lagi.
Kai semakin cemas. Ke mana sebenarnya
teman-temannya ini ? Apa mereka benar-benar serius ingin men-disband-kan band
mereka yang sudah susah payah mereka perjuangkan? Itu semua karena kelalaiannya
sebagai seorang Leader? Kai semakin frustasi saja memikirkannya. Ia benar-benar
ingin memastikan langsung dari mulut para member the GazettE yang lain. Tidak
melalui media surat, tulisan, atau situs jejaring sosial yang lainnya(???)
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
CIIIT.
Mobilnya berhenti di sebuah apartemen tua yang cukup horror, dan itu adalah
apartemennya Reita *ngarang lagi*.
Tok! Tok!
Tok!
Kali ini Kai
mengetuk pintu di hadapannya lumayan pelan, takut jika penghuni selain manusia
di apartemen ini ngamuk.
“Iyaaa..hh??”
,jawab seseorang dari dalam apartemen Reita , perlahan-lahan membuka pintu.
Dari suaranya terdengar sangat aneh,
seperti nenek-nenek. Apa itu neneknya Reita? Gumam Kai setengah bergidik.
CKLEK~
Pintu telah sempurna terbuka, tapi Kai
malah menganga. Mengapa? Karena dihadapannya telah berdiri seorang nenek-nenek
(seperti yang digumamkan Kai tadi).Dari mulut nenek-nenek itu keluar item-item,
seperti darah. Rambutnya putih *yaiyalah nenek2=_=* dan dia membawa sebuah
benda….. EMBER !!
“Gyaaaa!!!
NENEK EMBER!!! DX”, Kai histeris
“Eh? Siapa
yang nenek ember? Ini neneknya Reita tauuu..Dari suaranya kaya Cucu Kai. Bener
ya?”, kata nenek-nenek itu.
“Oh? Bukan
nenek ember ya? O.O” ,tanya Kai sambil garuk-garuk dimplenya.
Setelah diliat-liat lagi, itu memang
neneknya Reita. Keliatan dari penampilannya yang gahoel; pake celana jeans dan
kaos oblong XDD *author ngarangnya keterlaluan*
“Hehehe,
maaf Nek, saya kemarin habis nonton pilm di tipi tentang nenek ember[nontonnya
bareng author!! xD *dibuang reader*], jadinya kebawa suasana deh, heehehe”
“Jiahhahaha,
gak papa.Nenek ngerti kok.Ini nenek bawa ember soalnya mau ngepel lantei, Cucu
Kai”, ujar neneknya Reita curcol.
“Oh, kalau
yang item-item di mulut itu apa Nek? o.O”
“Ini namanya
nginang. Nenek-nenek di Indonesia juga sering nginang loh. Mau nyoba?”
“Enggak lah
Nek. Sankyuu, hhehe. Ngomong-ngomong Reita di mana ya Nek? Boleh ketemu?”
“Reita?
Bukannya tadi Reita mau pergi latihan ama cucu Kai? Emangnya belum sampe ya?”
“Umm, udah
nyampe kok Nek. Cuman dia tadi pergi lagi. Kai kira udah pulang lagi, hehe ^^
kalau gitu Kai permisi dulu ya Nek. Konnichiwa”
“Haii,
konnichiwa. Hati-hati ya Cu”
“Iya Nek ^^”
Kai kembali lagi ke mobilnya.
Memacunya ke lain tempat. Kali ini ia menuju ke rumah Uruha, yang ia harap bisa
bertemu dengan Uruha dan segera membicarakan hal yang mengganjal dihatinya saat
ini.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
Tak berapa lama ia telah sampai di
depan rumah Uruha. Ia pun turun dari mobilnya dan mulai mengetuk pintu. Tapi
belum sampai tangannya ke pintu, pintu rumah itu sudah membuka terlebih dahulu.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, pintu itu dibuka oleh dua makhluk. Ukurannya
pendek, setinggi pinggangnya,bermuka putih pucat, berlingkar mata hitam
dan menggunakan popok. Makhluk-makhluk
itu tanpa basa-basi langsung menempel di kaki Kai, membuat Kai kaget dan berteriak.
“Tu-Tuyuuuuuuuuuuuuullll!!
DX”
“Om Kai!!
Kok kita dibilang tuyull??? =0=”, kata salah satu dari makhluk itu masih
bergelendotan di kakinya Kai. “Iyaaa niih, padahal kan kita sodara kembar
yang unyu-unyu dan kiyut sepanjang masa
=0=” kata yang satunya lagi.
“Eh ada
Kai-san! Selamat datang~ ^_^
Paruru!
Piriri! Jangan diusilin dong Om Kai-nya! D:<”, omel seorang wanita yang
merupakan kakak perempuannya Uruha pada 2 makhluk yang masih nempel di kaki Kai
kaya permen karet.
“Eh? Paruru
Piriri?? Jadi mereka keponakannya Uruha? O.O”, batin Kai kaget dan lupa kalo
Uruha punya keponakan (lol)
“Aduh maaf
ya Kai-san. Paruru Piriri ini lagi seneng buat event Halloween, jadinya dandan
kaya setan begitu deh, hehe ^^”, kata kakaknya Uruha kalem.
“Ahaha iya
gak apa. Ngomong-omong kalian pinter sekali dandannya, apalagi make-up matanya.
Bener-bener mirip tuyul ^-^ *plak*”, komentar Kai sambil nepuk-nepuk kepala 2
bocah di hadapannya.
“Iya dong,
Om! Kan kita belajarnya autodidak! Liat dandanannya Om Uruha kalo manggung gitu
lho Om, yang menginspirasi kita :O”, ujar mereka polos *author langsung
dibejek2 Uru*
“Hahahaha
kalian ini lucu sekali ^-^ o iya ngomong-ngomong Om Urunya mana? Om Kai boleh
ketemu??”, ucap Kai langsung to the point.
“Om Uru dari
tadi belum pulang tuh Om! Masih pergi kayaknya! :O” ,jawab mereka (masih) polos
binti inosen.
“Oh, yaudah
kalo gitu. Om Kai pamit dulu yah! Hehe”
“Yahhh, kok
pergi sih Omm :I”
“Besok Om
main lagi deh. OK? Bye~ ^-^”
“Bye bye Om
Kai :D”
Setelah melambai-lambai gaje pada
keponakan-keponakan Uruha itu, Kai kembali masuk ke dalam mobilnya.
“Hhh,
harapan terakhir,ke apartemen Aoi.”, ucap Kai pada dirinya sendiri ,lalu menghidupkan
mobilnya, mengemudikannya menuju apartemen Aoi.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
Kai mengernyitkan dahinya begitu
sampai di depan kamar apartemen Aoi. Di pintu itu tertempel tulisan yang
sepertinya ditempel oleh si pemilik apartemen. Tulisan itu kiranya seperti ini
:
WAHAI SAUDARA AOI, AKUSTIK GITARNYA
BAND THE GAZETTE. DIMOHON SEGERA MELUNASI BIAYA SEWA APATO INI PADA
SELAMBAT-LAMBATNYA TANGGAL 28 OKTOBER 2012 BESOK. APABILA HAL INI TIDAK
DIINDAHKAN, MAKA SAUDARA AKAN DIUSIR SECARA TIDAK TERHORMAT DARI APATO INI. JADI,
MOHON PENGERTIANNYA, WOKEY?
Regards,
PEMILIK
APATO YANG RENDAH HATI
Kai menutup mulutnya begitu membaca
tulisan-tulisan yang sengaja di-capslock itu; nahan ngakak *gkgkgk!! XD*.Ia
kemudian berpikir, pasti Aoi tidak akan kembali sebelum mendapatkan uang untuk
membayar sewa apato ini, memangnya ia mau ditendang begitu saja dari apato ini?
Ckckck. Kai pun kembali ke mobilnya dengan rasa kecewa.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
Srppptt~
Kai meneguk minuman kaleng
digenggamannya sambil melihat indahnya malam di sebuah bangku taman kota. Di
kepalanya sudah berkecamuk pikiran-pikiran anneh tentang bagaimana nasibnya
nanti bila band the GazettE harus disband. Bagaimana nasib para fans yang
sangat mencintai the GazettE ? Mereka pasti sangat kecewa dengan keputusan ini.
“Kusso!!”, Kai membanting kaleng
minuman yang telah kosong itu ke tanah. Tapi kemudian diambilnya lagi karena
ada tulisan “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan. Jika tetap membuang sampah
sembarangan akan dikenakan denda sebesar 2 juta Yen *dendanya
keterlaluan,wkwkwk* .Arigatou Gozaimashita”.
Saat ia hendak mengambil kaleng itu, tak
sengaja matanya tertuju pada sebuah restoran bertuliskan “WANTED. Asisten Koki
yang cukup berpengalaman dalam dunia permasakan. Jika anda berminat silahkan langsung
saja melamar kemari, karena akan langsung ditesuto”. Mata Kai berbinar-binar
sejenak, namun kemudian terlihat bingung lagi. Bagaimana pun ia masih mencintai
band-nya, the GazettE. Mana mungkin ia semudah itu melupakan the GazettE, band
yang telah membesarkan namanya.
“Hhh..
mungkin nasibku memang harus berakhir menjadi asisten koki. Seperti dulu..”,
ucap Kai dari bibirnya begitu saja karena terlanjur pasrah.
Ia mendongakkan kepalanya menatap
bintang-bintang yang berkelip di atas sana. Tanpa ia sadari malam telah
menunjukkan pukul 23.35. Ia sudah terlalu lama menyesali dirinya sendiri di
taman itu. Semua toko-toko pun sudah mulai tutup, dan Kai melajukan mobilnya ke
studio. Keputusan terakhirnya, ia akan melamar kerja di resotan itu jika nasib
the GazettE harus berakhir. Berakhir.. yah berakhir.. terasa pahit sekali
mengucapkan kata-kata itu.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸ (• ˆ⌣ˆ •)
Terakhir kalinya, ia ingin menapakkan
kakinya di studio.Tempat ia selalu melatih kemampuan memainkan drumnya, tempat
ia selalu bercanda tawa dengan Ruki yang manja seperti anak kecil, Reita yang
agak hentai dan sering membenarkan letak nosebandnya yang mlorot, Uruha yang
hobi mengajaknya battle game dan berdandan cantik layaknya wanita, serta Aoi
yang suka cuek apabila sudah berkutat dengan ponselnya.. Ah, terasa
menyesakkan.
Mengingat kejadian-kejadian indah di
sana tak mengurangi peluang setetes air mata jatuh di sudut mata pemuda
ber-dimple manis ini. Ia menangis karena harus meninggalkan semua ini. Mengapa
harus berakhir seperti ini?? Mengapa harus sekarang?
GREEEEKKK~
Kai kembali membuka pintu ini. Untuk
terakhir kalinya mungkin? Langkahnya terlihat gontai, ia masih tak percaya
dengan semua ini. Ruang ini begitu gelap, ia pun mencari-cari saklar lampu agar
ia bisa melihat jelas ruang ini.. tentunya.. untuk yang terakhir kali *hiksu*
TUK!
Kai
menyalakan saklar itu dan…
TENG! TONG!~
Jam menunjukkan pukul 00.00, disusul
dengan suara-suara cemeng *plak* dari teman-temannya~~ :3
“SURPRISE
!!!!! \(=^w^=)/” [Ruki]
“HAPPY
BIRTHDAY LEADER-SAMA~~ ^0^//” [Uruha]
“OTANJOUBI__”
[Reita]
“OMEDETOU~~!!!!
^O^” [Aoi] menyambung kata-kata Reita lalu menyalakan petasan (?)
“Mi..Minna??
(;w;)”, Kai melongo dengan air mata dan ingus yang sudah tak terbendung lagi
*aduduh, sini mala usapin >w<*
Kai sangaaaatttt terkejut~ !
(>0<) Ternyata di ruang studio sudah tertempel bermacam-macam dekorasi
untuk acara ulang tahun. Ada balon, kertas warna-warni yang tersimpul indah,
dan lain-lain~ Bahkan ,yang membuatnya tak henti-hentinya tercengang adalah____
adanya sebuah kue tart cantik buatan para menba gajete yang lain >3<
“Tiup
lilinnya! Tiup lilinnya sekarang juga, sekaraaaanggg juuugaaa, sekarangggg
jugGAAAAAAA!!!! (>A<)”, nyanyi para menba gajete bersama-sama tapi
diakhiri sendiri oleh growl Ruki yang membuat Kai, Reita,Uruha dan Aoi tutup
kuping.
Huffff!
“HOREEEEEEE”
XD~~ *macam anak TK//plak//*
Semuanya bertepuk tangan dengan tawa
bahagia. Wajah Kai yang tadinya murung nan gelisah sudah berganti senyum
khasnya.Membuat yang lain semakin tambah bahagia *kata2 yg muter2*
“Jadi Minna
udah ngerencanain ini dari awal?? Surat itu juga termasuk?? (;;;w;;;)”, tanya
Kai terharu.
“Hehehe~ iya
dong Kai, sapa dulu dalangnya! Uru-pon yang sekushi ini~ gkgkgk ^0^”, Uruha
menjawab dengan sepenuh hati, sampai terjadi hujan lokal dan interlokal.
“Maap ya
Kai. Bikin kamu khawatir gini. Sampe nangis malah, hahahagh :D”, kata Ruki
sambil nepok-nepok pundak Kai keras.
“Kata
nenekku bahkan kamu sampe pergi ke rumah kita-kita ya?? Hontou ni Gomen Ne yak
,fufufu :> “,Reita menambahi ;dapet telpon dari nenek gaulnya tadi XD
“Daripada
banyak cincong mending langsung ke acara utama yok! Potong KUEE ! ^O^”, usul
Aoi heboh. Akhirnya yang laen nurut juga.
Uruha mulai memotong kue tart sotoy
buatan mereka dengan sumringah.
“Pertama
buat Kai, Aku, Ruki, Reita terus Awoiii ~^3^ .Dimulai dari Kai lho yang makan~
yah, kan yang ultah diutamakan :D”, kata Uruha.
Begitu Kai
memakan kue tart …
“Nyam..nyam…
Ngggghhkkk??? (⊙.⊙)”, mendadak Kai melotot aneh, yang lain
jadi was-was kalau Kai kenapa-napa.
“Kamu kenapa Kai??? Kuenya kenapa ?? 0.0”
,Uruha mengguncang-guncangkan tubuh Kai yang tiba-tiba kaku.
“Glek! Ohokk ohok ohok!! XO”, Kai
batuk-batuk kaya mau muntah. Sementara yang laennya tambah panik, cengo, dan
pada gigitin jari. (O__O)
“BAKAAAA! OHOK OHOKK! AMBILIN AER DODOLLL!!!
OHOK OHOK!”, tereak Kai yang mendadak suaranya kaya orang kesurupan, galak
banget, terus penuh aura-aura membunuh(?)
Semuanya
langsung ngacir ngambil air karena takut dicaplok.
Glek glek
glek~ “Ah.. legaa (-.-)”, kata Kai setelah 4 gelas air bening diminumnya *buset
dah diminum semua XD*
“Kamu tadi
kenapa Kai?”, tanya Ruki yang merasa sisi devil Kai udah pergi.
“Hueeee aku
tadi keselek Ru-chan~ Itu kuenya rasanya kok AUWASIN *saking asinnya* bener!!
Uhuhuhu~ (TT-TT)”, jawab Kai meratapi nasib udah nelen kue yang aneh itu.
“WUATS???
Asin?? 0_0 bukannya tadi aku nyusun komposisinya udah bener ya? Eh iya, yang
ngasih gula tadi bukan aku! DX”, Uruha buka kartu.
“Terus siapa
dong ?? TT___TT”, Kai masih nyesek.
~ Flashback dulu yah :3~
“Reita Ruki
,kalian dapet bagian dekor ruang studio.Inget! Harus bagus! Ruki, jangan maenan
balon. Dan Reita, kertas krep-nya jangan buat noseband. Wakarimasuka ? -.-“
“Haii!
Wakarimasu! -0-“, jawab Reita Ruki bebarengan mendapat perintah dari Uruha.
“Hmm, kalau
bagianku bikin kue tart sama Aoi. Aoi, ayo kita ke dapur! -0-“ ,perintah Uruha
lagi.
“Haii ._.”,
Aoi manut.
Setelah sampai di dapur, Uruha
menyiapkan ini itu untuk membuat kue tart. Dari bahan, alat, pokoknya lengkap
banget. Dan ia pun mulai beraksi membuat
adonan, sampai tahap pencampuran, terdengar keributan dari ruang studio.
“REIII!!!
KYAAAAAAA!!” ,teriak Ruki.
“Arrgghhhh!!
Sakit Ruk!! Kamu berat bangett!! Aku gak kuat!!”,bales Reita.
Uruha ama Aoi yang mendengar percakapan
anneh dari dapur langsung mikir yang iya-iya(?) dan saling liat-liatan.
“REI! TAHAN
DONG!!”
“GAK BISA
RUK!! SAKIITT!!”
(0__0)a.
Uruha dan Aoi tambah bingung.
KYAAA!!!!
GUBRAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK!!
“Eh? Suara
apa lagi tuh?? Udah gak bisa didiemin! Aoi, kamu tambahin gulanya terus
adonannya diaduk ya! Aku mau liat mereka ngapain!”, seru Uruha yang lalu lari
ke ruang studio tempat Reita Ruki mendekor .
“Ah iya
(._.)”, kata Aoi lemes. Kemudian dia mulai mencari-cari dan memilah-milah, mana
yang namanya gula. Kenapa memilah-milah? Soalnya Aoi gak ngerti bumbu dapur XD
Pilihannya pun bercabang menjadi 2
senyawa dihadapannya. Dua senyawa itu sama-sama berbentuk kristal
halus.Teksturnya juga sama.
“Yang gula
yang mana yah? Ah paling yang ini -.-“, Aoi pun memilih senyawa di mangkuk yang
berwarna pink ngejreng , kemudian mengaduknya. Selanjutnya , dia berjalan
menuju ruang tempat Uruha berada bersama Reita Ruki untuk menanyakan step yang
berikutnya.
Sesampainya di ruang dekor, Aoi
dikagetkan dengan ruangan yang berantakan di sana sini. Di sana juga sudah
terduduk Reita yang kakinya sedang diolesi balsem oleh Uruha, sedangkan Ruki lagi
niupin balon.
“Ada apa
nih??? Kok berantakan gini?? O.O”, tanya Aoi penuh perasaan tanya *masa
perasaan seru=_=*
“Ini nih
Reita! Gara-gara dia jadi berantakan gini! =O=”, jawab Ruki sewot sambil
nunjuk-nunjuk Reita.
“Kok aku sih
Ruk?! Salahin paku payung yang seenak jidat jatoh sembarangan itu dong! Yang
udah bikin kakiku bonyok gini! Huhuhu”, ucap Reita membela diri.
“Paku payung??
O__O”, Aoi makin bingung
“Haeh,
maksudnya gini.. Tadi itu, waktu Reita lagi ngegendong Ruki di pundaknya buat
nempelin kertas krep ama balon di langit-langit ruang, kakinya Reita gak
sengaja nginjek sebuah paku payung yang ada di lantai. Alhasil Reita yang
kesakitan gak bisa nahan beban Ruki ..terus jatoh deh -__-“, urai Uruha mencoba
menjelaskan kejadian tadi pada Aoi.
“Hmm, jadi
gitu -_-a .Ngomong-ngomong paku payungnya kaya apa?”
“Itu tuh
udah aku taroh di atas meja”,kata Uruha lagi.
“HEE?? Ini sih
piercing-ku di mulut yang ilang kemaren!!! Ternyata kamu jatoh di sini yak!
hohoho”, teriak Aoi heboh ngeliat benda yang tengah dipegangnya.
(=____=)
<- ekspressi Reita, Ruki, Uruha.
“SERAAANGGGG!!!!
>0< ”, Ruki memberi komando.
~ Flashback selesai :3~
“Apa?? Jadi
kamu nyampurin yang di mangkuk pink ngejreng? 0.0”, tanya Uruha pada Aoi yang
lagi disidang massa.
“Iya,
hehehe”, jawab Aoi singkat.
“Pantesan
asin.. Itu kan garam halus TT___TT”
(=_________=)
<- ekspressi Kai, Reita, Ruki.
“Heheehhe..
gomen ne summer~”, Aoi malah nyanyi lagunya SKE48 –Gomen Ne Summer– *ost iklan pocari sweat*
“Sekarang
autumn oiii!! SERAAANGGGG!!! >0<” .Kali ini Kai yang memberi komando.
Yah, begitulah sekiranya yang terjadi
,sodarah-sodarah sebangsa dan setanah air (^-^). Mereka mungkin saat ini sedang
adu jotos atau bahkan saling timpuk karena ke-dodol-an Aoi yang gak
sembuh-sembuh *author langsung dikutuk Aoi*. Tapi siapa peduli? Asal mereka
selalu bersama, bahagia selalu dalam band mereka yang tercinta.. the GazettE.
Meski harus menelan kue aneh itu, Kai
tetap merasa bahagia, bahkan bersyukur(?). Kenapa? Ya soalnya udah dikasih
surprise gitu kok !! gimana toh!! Wkwkwk XDD *author keabisan kata2*
Doa saya sebagai author dan istri Kai
*halah halah* yaitu semoga Kai selalu diberi kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan , makin cakep, makin
imut, dan makin-makin yang lainnya~! Khukhukhu~~ (>w<)
Oh iya! Doa yang terpenting adalah…..
semoga the GazettE selalu menjadi yang terbaik dan tereksis di Jepang bahkan di
dunia ini~~ AMIIINNN!!!
GAZEROCK IS NOT
DEAD !! \(>0<)/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar