Senin, 31 Desember 2012

the GazettE Fanfic ~Poisonous Spongecake~


#Description :
Judul            : Poisonous Spongecake
Author         : Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan
Genre           : AU; parody; drama; comedy gagal
Rated           : PG
Chapter       : oneshoot
Cast              : member the GazettE -Ruki(main chara),Reita, Aoi, Uruha,Kai- ; serta OC2 nyang laen gak penting xD *plak*
Warning      : penuh kata-kata aneh plus gaje punya author(?) EYD diabaikan.
Length           : 12 pages (2.756 words)~ lumayanlah, gak panjang2 amat XDD
Disclaimer   : Ruki itu punya the GazettE, the GazettE punya PSC. It’s all belong to everyone lah~ just for fun ^^v
Summary      : “Rasa sakit hati yang berubah menjadi racun…” *maksudnya apa ya?-_-*
A/N                 :  mendapat inspirasi saat makan spongecake berwarna ijo yang ada mesesnya~ nah lo? Kayanya beracun tuh,ck. Untung sampai saat ini author masih hidup untuk mengetik fanfic ini XD yah!! Silahkan baca ajalah! Wkk~
  




















° °Poisonous Spongecake °˚°  Σ( ° °|||)
~START~
          Di suatu zaman khayal, tinggalah seorang anak manusia. Dia merupakan putra tunggal dari seorang konglomerat kaya raya yang memiliki lahan tanah di mana-mana. Selain merupakan putra satu-satunya, ia juga mendapatkan posisi pertama pemuda paling popular di zamannya itu. Nama pemuda itu adalah Ruki.
          Meskipun Ruki adalah pemuda yang paling popular dan banyak diminati seluruh gadis bahkan tante-tante(?) di seluruh pelosok negeri, ia tidak berminat sama sekali dengan mereka. Lebih tepatnya ia enggan memiliki kekasih. Ia tidak pernah menyatakan cinta kepada siapapun. Karena itulah… banyak gadis yang nekat menyatakan cintanya terlebih dahulu padanya.
Tapi apa jawabannya?
“TIDAK!”. Begitulah jawabannya (-w-“) *fufufu~ Ruki kejem*
          Sementara itu, sang konglomerat (ayah Ruki) yang bernama Aoi, khawatir melihat putranya tersebut. Bagaimana tidak khawatir?
          Ruki, anak satu-satunya penerus tunggal generasinya itu sama sekali tidak tertarik dengan perempuan. Yang ada ia malah sering berjalan-jalan bersama pelayan setianya; yang bernama Reita, bahkan sambil gandengan dan nyanyi-nyanyi kaya anak TK (=w=”a)
          Dengan banyak pertimbangan atas kekhawatirannya, Aoi; sang konglomerat pun berniat mengadakan sayembara. Barang siapa (dikhususkan untuk para gadis, tante-tante tidak termasuk apalagi nenek-nenek-_-) yang dapat membuat kue bolu paling enak, maka ia akan menjadi istri Ruki *ala cerita rakyat XD*
          Awalnya Ruki tidak setuju dengan keputusan ayahnya itu, tapi apa daya, ia pun akhirnya menurutinya juga dengan terpaksa.

˚◦°•˚◦ (=w=) ˚◦°•˚◦
#Di Hari Diadakannya Sayembara #
          Hari diadakannya sayembara diawali dengan acara apel pagi dan dilanjutkan amanat dari sang konglomerat *macam upacara 17-an*. Suasana apel pagi itu begitu khidmat dan mengharukan(?). Diceritakan pula bahwa apel ini diikuti oleh seluruh rakyat di negeri itu, tamu undangan dan para peserta sayembara tentunya.
          Pukul 09.00, sayembarapun dimulai. Seluruh peserta mulai membuat kue bolu~ \(^o^\). Sang konglomerat terlihat senang dengan tertawa bahagia melihat keantusiasan para gadis-gadis yang berjuang ingin menjadi istri Ruki. Sepintas ia melihat pemandangan yang cukup mengganggunya, dan pemandangan itu adalah Reita *konglomeratnya sentiment amat ama Reita xD* yang berlarian mengangkat kompor beserta tabung gas elpigi 3 kg-nya kesana kemari.
“Hoi! Kamu ngapain lari-larian sambil bawa kompor?!”, tanya sang konglomerat.
“Oh, ini peserta yang bagian belakang belum kebagian kompor, Tuan! Hehe”, jawab Reita sambil nyengir.
“Lho?? Bukannya kompornya sudah disediakan 100.000 biji??”
“Heheiya ,Tuan. Tapi pesertanya jumlahnya ada 101.000 nyawa.Jadinya kurang deh, hehe”
          Sang konglomerat speechless. Tak menyangka begitu banyak gadis yang ingin menjadi istri anaknya yang buntet itu XD *author disepak Ruki sampe mars*
“Kalau gitu saya permisi dulu ya,Tuan! Hehe”, ucap Reita membuyarkan lamunan sang konglomerat yang sedang melongo.
“I-iya! Mohon bantuannya ya!”
“Baik Tuan!”

˚◦°•˚◦ (o_o”)7˚◦°•˚◦
#Di dalam Mansion Megah milik Sang Konglomerat#
          Terlihat Ruki sedang duduk jégang *apaan sih bahasa indonesianya=_=* di atas sofa ruang tamu yang sangat mewah, dan mungkin jika dihitung dari segi ekonominya pasti sangat mahal tuh sofa,hoho.
          Di sofa lain juga telah terduduk manis 2 makhluk Tuhan yang paling sekushi *plak! Kaya lagunya Mulan Jameela*.Mereka adalah tamu undangan terhormat dari negeri se(berang). Namanya Uruha dan Kai; Uruha adalah seorang penyihir a.k.a dukun(?) sedangkan Kai adalah seorang koko professional yang kawaii sekaleh xD *fangirl kumat*
          Meskipun duduk di ruang yang sama, mereka tidak berbicara atau berbincang-bincang sama sekali. Yang terjadi malah mereka saling melempar pandangan acuh tak acuh.
BLETAAKKHH!!
“Adow!! Sakit tau!!” ,erang Ruki sambil menengok ke belakang melihat siapa yang baru saja menjitaknya. Ternyata di belakang sudah berdiri sang konglomerat yang melotot dan memancarkan hawa-hawa mengerikan.
“Ayah ini apa-apaan! Masa main jitak anakmu yang imut dan tampan ini??! =w=”, protes Ruki narsis.
“Lha iya toh ayah jitak! Kamu ini ndak sopan sama tamu! Bukannya diajak ngobrol malah didiemin begitu!” [bayangkan Aoi ngomong pake logat jawa medok xD]
“I-iya Ruki yang salah. T-tapi kan Ruki gak kenal mereka, Yah!”, protes Ruki (lagi).
“Kalau gak kenal ya kenalan dulu! Asal kamu tahu ya,Nak. Kamu dan mereka itu jadi partner buat jadi(?) juri sayembara nanti!”
“Opo????” *Ruki shocked*

˚◦°•˚◦ (@0@) ˚◦°•˚◦
“OPO?????????????????????!!” *Ruki shocked lagi*
“Psst! Jangan keras-keras sok-nya, Tuan! Nanti posisi kita bisa dideteksi Tuang konglomerat pakai GPS *gaul*! Pan kita kagak boleh together-an selama sayembara ini”
“Hehe, sorry ,Reita-kun. Aku khilap. Bdw, itu beneran peserta sayembaranya ada 101.000 butir?? *emange kelereng[?]*”
“Iya, Tuan! 100 % saya yakin! *ala iklan penyaring aer keran//halah*”
Glek. Ruki menelan ludahnya. Membayangkan 101.000 kue bolu yang bakal ia makan + nilai hari ini. Pasti bakal mblenger bolu~ hohoho~
“Saya permisi dulu ya,Tuan Ruki! Kayaknya saya sedang dibutuhkan di tempat sayembara! Hehe”
“Umm! Makasih ya infonya!”
“Siip!”
          Reita pun pergi. Sedangkan Ruki malah muterin tiang rumahnya sambil nangis-nangis.
“Uwaaaaa~ masa aku harus makan 101.000 bolu hari ini?? Emaaak~  aku masih pengen idup! Aku belom mau kawin(?) DX~”, tangis Ruki berurai air mato.
          Di samping Ruki yang lagi lari-lari muterin tiang sambil nangis-nangis itu, tanpa disadari sudah berdiri 2 sosok manusia. Hayo tebak sapa?? Yup!! Bethul~! Mereka adalah Uruha dan Kai! ^0^
“Ehem”, suara Uruha yang gentle mengagetkan Ruki. Ruki pun langsung salah tingkah, Kai malah cekikikan nahan kentut, eh tawa maksud sayah ! XDa *author digetok Kai pake sothil*
“Maaf mengganggu kesibukan Tuan. Tapi saat ini kita sedang dipanggil untuk menjadi juri sayembara..Jadi__”
“Ah iya! Ayo kita berangkat! HAHAAHAA~” kata Ruki dengan jalan robot-nya menuju tempat sayembara dengan wajah merah padam karena menahan malu *jiakakaka~*

˚◦°•˚◦'w')/ ˚◦°•˚◦
“Yaa! Inilah Tuan Ruki, Tuan Uruha dan Tuan Kai! Mereka akan menjadi juri pada acara sayembara ini~ Mari kita beli applause~”, sambut Reita yang menjadi pembawa acara (yang tak diinginkan) dadakan.
          Singkat cerita mereka bertiga pun mulai menilai setiap bolu yang sudah dibuat sesempurna mungkin oleh semua peserta sayembara. Kriteria penilaian mencakup aspek presentasi dan tentunya rasa bolunya~ *author nyontek penilaian di master chef=w=*
          Dari penilaian tersebut, benar-benar sangat disayangkan. Karena 100.995 hanya mementingkan presentasi. Ditambah rasanya yang apabila dipersentasikan hasilnya = 20% asin, 30% asam, 50% basa [ini masak apa praktikum kimia=_=].
          Masih ada 5 buah bolu lagi dari 5 peserta yang masih harus mereka nilai, walaupun sebenarnya mereka sudah (sangat) mual dengan bolu. Tapi ,demi menjaga keprofesionalan mereka sebagai juri, mau tak mau mereka harus menilai 5 bolu terakhir ini.

Bolu terakhir yang pertama *eh* :
- presentasi -> berwarna pink dengan dekor strawberry
{karena Ruki tidak suka strawberry, bolu tersebut dinyatakan tidak lulus *kena dead point* DX}

Bolu terakhir yang kedua :
- presentasi -> berwarna biru dengan hiasan blueberry.
- komentar tentang rasanya :
“Nyam..nyam.. enak sih. Tapi kok agak basa gitu ya?”, tanya dewan juri.
“Ehehehe, maaf. Kelihatannya tadi blawu* yang saya beli nyemplung ke adonan bolunya.Jadi biru deh..hehehe”, jawab peserta sambil nyengir tupai(?)
HOEEEKKKKK!!!
OHOK OHOK OHOKK!!  [para dewan juri muntah berjamaah =3=a]
{TIDAK LULUS UJI KLINIS!! DX}

Bolu terakhir yang ketiga :
- presentasi -> berwarna putih seperti salju & sangat kenyal.
- Sebelum merasakan, juri berkomentar + nanya dulu :
“Ini kok putih banget + kenyal?? Dicampur pake apaan?”
“Oh, ini saya campur pemutih dan boraks! Hehehe” *ketauan deh kalo doi pengoplos=_=*
{TIDAK LULUS BADAN POM !! DX}

Bolu keempat terakhir *kebalik xD* :
- presentasi -> berwarna orange. Imut banget deh pokoknya.
- komentar juri :
“Wow, warna orange~ ini dicampur apa??”
“Jeruuk~ (^w^)”
“Haa? Jaruk? '0')9” *ala afika*
-Begitu dimakan- “Acem banget ~_~”
{TIDAK LULUS UJI LIDAH [?]}  

Bolu terakhir yang kelima (yang terakhir dari yang terakhir) :
- presentasi -> sangat menarik, berwarna coklat dengan tulisan “love Ruki” di atasnya, dibubuhi parutan coklat dan keju pula~
- komentar Ruki :
“Ih~ Lutchunyaaa~ ada namaku juga di atasnya~ pasti enak *0*”
Ruki yang terpana dengan presentasi unik bolu tersebut langsung mencomot dan mulai memakannya. Tapi sebelum bolu itu sempat menyentuh gigi seri Ruki, Uruha sudah merebut bolu itu duluan.
“Apaan sih! Kalau mau nyobain ambil aja bolu yang laen! Noh di atas meja masih banyak!”, omel Ruki kesal. Uruha cuek. Dia tidak mempedulikan Ruki. Dia hanya memandang sengit peserta yang membuat bolu tersebut lalu mulai berkata..
“Coba kamu makan ini terlebih dahulu”, perintah Uruha. Namun peserta itu hanya diam dan menunduk, menyembunyikan wajahnya.
“Ja-jangan..jangan..”, Kai menimpali.
“Ya! Bolu ini telah diberi racun!”, ucap Uruha yang membuat seluruh peserta dan seluruh orang yang hadir di acara sayembara terkejut bukan main.
“Eh! Jangan sembarangan ya! Bagaimana mungkin bolu ini bisa beracun??, bantah Ruki.
“Tuan muda, aku adalah Uruha. Profesiku sebagai dukun a.k.a penyihir, jadi hal sepele seperti ini tidak akan mudah menipuku”, balas Uruha mantap. Ruki langsung menoleh ke peserta itu.
“Apa benar bolu itu beracun?”

SREETTT~

“Kyaaaaaa!! (>A<)”
          Semua peserta sayembara yang semua ber-gender perempuan itu histeris melihat sebuah pisau lipat terhunus di leher Ruki. Hanya sekitar 2 centimeter saja jarak antara pisau dan leher Ruki.
          Melihat hal itu petugas keamanan mencoba bertindak, tetapi dikecam oleh penyandera itu.
“Berhenti bergerak atau kubunuh orang ini!”
          Ruki berkeringat dingin, ia sadar bahwa nyawanya kali ini sedang dipertaruhkan. Ia pun berusaha meredam kecaman dan emosi gadis yang menyanderanya itu.
“T-tolong tenanglah.Jangan acungkan pisaumu itu padaku ,oke?”
“Diam!!!”
          Gulp. Ruki semakin tidak berkutik. Dia akhirnya diam. Selang berapa saat, ia merasakan sebuah cairan membasahi pundaknya. Ternyata gadis yang menyanderanya itu menangis.
“Ke-kenapa kau menangis?”, tanya Ruki gemetaran.
“Kau harusnya memakan bolu itu..”, ucapnya lirih.
“Apa kau gila?! Kau bisa membunuh tuan muda!”, bentak Uruha yang eshmoshi pada gadis itu.
“Aku tidak segila itu!!Tentu saja ia tidak boleh mati!”
“Lalu bagaimana mungkin racun itu tidak membunuh tuan muda?” tanya Kai penasaran.
“Aku sudah mempersiapkan penawar racunnya.. Aku akan menjadi penyelamatnya.. Karena ia adalah penyelamatku..”
“Aku? Penyelamatmu?”, Ruki mulai bingung.
“Ya”

~Flashback Start~
          Di pertengahan musim dingin, Ruki berjalan-jalan di kota yang diselimuti salju bersama Reita. Ia berniat shopping di sebuah pusat perbelanjaan. Di perjalanan, ia melihat hal yang sangat membuat hatinya miris. Hal itu adalah sebuah pemalakan oleh preman terhadap seorang gadis kecil penjual kue bolu.
“Cepat serahkan uangmu!!”
“Maaf, tapi aku tidak punya uang sepeserpun”
“Bohong! Itu buktinya kau berjualan bolu!”
“Tapi bolu ini belum laku sebuah pun”
“Jangan banyak alasan!”
          Tangan besar preman itu akan memukul gadis itu, namun dihadang oleh sebuah tangan kekar yang lain.
Plok! Plok !Plok !
“Hebat kau, Reita-kun! Walaupun badanmu kerempeng ternyata tangan kekarmu gesit juga! Hahaha”, kata Ruki dari arah belakang sambil tepuk tangan. Reita yang mendengar kata ‘kerempeng’  pun menggembungkan pipinya, tersungging,eh tersinggung, wkwkwk.
“Cih! Siapa kalian? Jangan campuri urusanku!”, ucap preman itu.
“Aku tidak mencampuri, aku hanya ingin menyingkirkan pemandangan yang menggangguku.. Itu saja”, jawab Ruki enteng sambil melipat tangan di dadanya.
“Apa kau bil__”
PLAKK!!
          Seikat uang berhasil dilempar tepat di wajah preman ingusan itu (?)
“Kau menginginkan itu kan? Ambilah!”, ujar Ruki acuh.
          Ketika preman itu menunduk untuk mengambil uang yang terjatuh di tanah, Ruki langsung menarik kerah sweater preman itu *maklum, Ruki kan buntet XD //duakk*
“Tapi ingat ya, sekali lagi kau muncul di kota ini. Maka kau akan membayar 10x lipat uang ini! Mengerti!!?”
“B-baiklaah~”, balas preman itu lalu ngacir karena ketakutan melihat ‘death glare’ Ruki yang didukung make up mata + eyelensnya itu, menambah kesan menakutkannya,hohoho~
“Tuan Ruki tak papa kan?”
“Iya, aku tak apa, Reita-kun.Tapi sepertinya uangku tidak cukup untuk shopping hari ini, huft”, keluh Ruki sedikit kecewa.
“Ano…” gadis kecil itu tertunduk, sebenarnya ia senang dan ingin berterima kasih, namun ia bingung harus bilang bagaimana.
“Hmm iya! Sepertinya sisa uangku masih cukup untuk membeli kue bolu! Okey! Aku beli semuanya ya! d(^.^)b”
“I-iya”
          Akhirnya ,Ruki dan Reita pun pulang membawa banyak kue bolu. Gadis penjual kue bolu itu sangaat bahagia dan terpesona melihat pemuda itu (pemuda yang dimaksud adalah Ruki *abaikan Reita*).Ia pun menganggapnya sebagai “pahlawan”, dan berjanji akan menjadi pahlawan juga bagi pahlawannya(?) tersebut. *bahasane ribet*
          Hal gila plus edan yang terbesit dari dalam hatinya adalah.. ia ingin menjadi ISTRI pahlawannya itu XD *gkgkgk! Gelo nian!*

~Flashback End~
“Jadi… kau adalah gadis kecil penjual kue bolu itu?”
“Ya.. tapi aku bukan gadis kecil lagi.Sekarang aku sudah dewasa. Itulah sebabnya aku ingin menjadi istrimu!” *busset, nepsong amat DX*
          Semua yang melihat kejadian itu melongo, speechless, sweatdropped (termasuk sang konglomerat, Uruha dan Kai *lol)
“A-aku mengerti. Tapi kenapa harus kau racuni aku?”
“Itu karena… Dulu saat aku mencoba melamar(?)mu dengan membawa kue bolu ini sebagai mahar(???), ada seorang pelayanmu yang bilang bahwa kau benci kue bolu dan menyuruh siapa pun yang membawa kue bolu untuk diusir.. Aku benar-benar kecewa dan sakit hati..” .Cerita gadis itu sambil menangis.
“Eh? Tapi aku tidak pernah bilang begitu pada semua pelayanku kok (o.O)?”
          Gadis itu tidak menaggapi, ia malah terus saja menangis. Ruki langsung melempar ‘death glare’nya (lagi) pada semua pelayan yang berbaris di hadapannya.
          Mereka pun ada yang menunduk (ketakutan), berkeringat dingin, malahan ada yang ngompol di tempat *plak*
          Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh petugas keamanan yang melihat kelengahan gadis itu. Dengan cekatan, petugas keamanan segera mengikat tangan gadis itu dengan simpul tali pati. *penting gak sih,hehe*
“LEPASKAN!! LEPASKAN AKU!! Urusanku belum selesai!! LEPASKAN!!”
“Diam! Kau sudah mencoba mencelakai Tuan Ruki! Sekarang kau harus dikurung di penjara bawah tanah!”
“TUNGGU!”
          Suara sekushi Ruki menenangkan suasana. Saking sekushinya semua gadis peserta sayembara pada pingsan (pantesan tenang, wkk~)
“Tuan Ruki, tolong jadikanlah aku istrimu! Aku berjanji akan melakukan apapun untukmu!”
[backsound : suara violin yang mendayu-dayu *hiksu]
“TIDAK!! Aku tidak akan pernah memperistrimu!”
CTARRR!!!
[backsound : suara petir menyambar pohon kelapa sawit]
          Hancur, itulah yang tentu saja dirasakan oleh gadis itu saat ini. Kini ia sadar, betapa bertepuk sebelah tangannya cinta yang selama ini dipendamnya itu. Air matanya sudah tak tertahankan lagi, mengalir deras di pipinya.
Tap~ Tap~ Tap~
[backsound : Ruki melangkah mendekati gadis itu~]
          Disentuhnya ubun-ubun gadis itu dengan lembut oleh Ruki (ceritanya tuh gadis lagi jongkok sambil nangis, makanya tangan si Ruki nyampe XD *author diinjek Ruki*). Gadis itu pun perlahan mendongakkan wajahnya yang tertunduk kemudian menatap wajah Ruki.
“Gadis bodoh! Kau itu tidak pantas menjadi istriku!”
JDERRRRRRRRRRRR!!!
[backsound : suara ban truk tronton meletus]
          Gadis itu langsung mewek lagi deh mendengar hal itu..huhuhu~
“Ya, kau mungkin bodoh dan tidak pantas menjadi istriku. Tapi kurasa kau bisa menjadi temanku! Ah! Atau kau juga bisa menjadi koki di sini!
Kurasa itu bisa menjadi hukumanmu setelah kau berusaha meracuniku. Kau harus membuat bolu yang enak untukku sebagai ganti bolu beracun hari ini! Apa kau mengerti?! d(-3-)b”, ucap Ruki melanjutkan deklarasinya tadi sambil manyun gaje.
          Perlahan-lahan tangis sedih gadis itu berubah menjadi tangis bahagia. Ia sangat berterima kasih kepada Ruki karena kebaikannya itu. Semua orang yang melihat kejadian itu merasa bagai menonton drama kolosal, lalu member tepuk tangan yang meriah atas happy ending yang sangat mengharukan.

¸.•*¨*•\(◦ "̮ ◦) EPILOG  (◦ "̮ ◦)/•*¨*•.¸

[perasaan gak ada prolognya kok ada epilognya yak? Luweh la~ ckk XP]
          Sayembara hari itu sudah selesai. Para pelayan pun mulai membersihkan sisa-sisa perjuangan(?) para peserta. Di sisi lain, Ruki ,Uruha dan Kai masih saja asik mengobrol di tempat sayembara itu.
“Ternyata Tuan Muda Ruki memiliki hati yang sangat mulia. Saya benar-benar kagum :)”, kata Uruha sambil menyunggingkan senyum.
“Iya!! Saya juga kagum, bahkan terpukau dengan kebaikhatian Tuan Ruki       !^-^”,tambah Kai.
“Hahaha, itu bukan apa-apa kok,hehehe”, balas Ruki yang wajahnya mem-blusing.
          Dari kejauhan, Reita terlihat akan menghampiri Ruki. Setelah sampai ia pun langsung berteriak…
“TUAN RUKI BAEK BUANGEEET!! GAK SALAH DEH SAYA JADI PELAYANNYA TUAN! XD” [apa hubungannya?-_-]
“Sudah sudah mengaguminya~ saya pan jadi maluuu~”
“Hahaiya deh! Waah! Ada bolu coklat enak tuh! Saya makan ya ,Tuan!” *mencomot bolu beracun coklat tadi xD*
“JANGAAAAAAAAAAAAAAAANNNN!!!”. Ruki,Uruha, Kai koor~ ( -w-)/
*gaje epilog*

~THE END~

*blawu itu adalah semacam obat yang biasa digunakan sebagai pemutih pakaian(yah meskipun warnanya biru XD).Blawu ini dipake jaman dulu banget,walau sekarang masih ada sih, tapi jarang juga yang jual :D sekarang mah pakenya pemutih sabun gitu yah :3

# Bacot session author :
Akhirnya selesai juga~ nyahahaha~ (>w<) *gegulingan kaya anak kucing*
Ini adalah fanfic “pertama” dari sekian fanfic yang belom kelar dan entah bagaimana nasibnya
 ( ;w;)>
Alhamdulillah banget deh fanfic gaje ini jadi juga (meski harus dibela-belain ditulis pas jam fisika *bahahaha~)
Maaf kalo author banyak ngaco dan ngiklan di epep ini~ ohoho
Thanks to Allah SWT,reader and sapalah! Gkgkgk XD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar