Senin, 31 Desember 2012

the GazettE Fanfic ~Poisonous Spongecake~


#Description :
Judul            : Poisonous Spongecake
Author         : Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan
Genre           : AU; parody; drama; comedy gagal
Rated           : PG
Chapter       : oneshoot
Cast              : member the GazettE -Ruki(main chara),Reita, Aoi, Uruha,Kai- ; serta OC2 nyang laen gak penting xD *plak*
Warning      : penuh kata-kata aneh plus gaje punya author(?) EYD diabaikan.
Length           : 12 pages (2.756 words)~ lumayanlah, gak panjang2 amat XDD
Disclaimer   : Ruki itu punya the GazettE, the GazettE punya PSC. It’s all belong to everyone lah~ just for fun ^^v
Summary      : “Rasa sakit hati yang berubah menjadi racun…” *maksudnya apa ya?-_-*
A/N                 :  mendapat inspirasi saat makan spongecake berwarna ijo yang ada mesesnya~ nah lo? Kayanya beracun tuh,ck. Untung sampai saat ini author masih hidup untuk mengetik fanfic ini XD yah!! Silahkan baca ajalah! Wkk~
  




















° °Poisonous Spongecake °˚°  Σ( ° °|||)
~START~
          Di suatu zaman khayal, tinggalah seorang anak manusia. Dia merupakan putra tunggal dari seorang konglomerat kaya raya yang memiliki lahan tanah di mana-mana. Selain merupakan putra satu-satunya, ia juga mendapatkan posisi pertama pemuda paling popular di zamannya itu. Nama pemuda itu adalah Ruki.
          Meskipun Ruki adalah pemuda yang paling popular dan banyak diminati seluruh gadis bahkan tante-tante(?) di seluruh pelosok negeri, ia tidak berminat sama sekali dengan mereka. Lebih tepatnya ia enggan memiliki kekasih. Ia tidak pernah menyatakan cinta kepada siapapun. Karena itulah… banyak gadis yang nekat menyatakan cintanya terlebih dahulu padanya.
Tapi apa jawabannya?
“TIDAK!”. Begitulah jawabannya (-w-“) *fufufu~ Ruki kejem*
          Sementara itu, sang konglomerat (ayah Ruki) yang bernama Aoi, khawatir melihat putranya tersebut. Bagaimana tidak khawatir?
          Ruki, anak satu-satunya penerus tunggal generasinya itu sama sekali tidak tertarik dengan perempuan. Yang ada ia malah sering berjalan-jalan bersama pelayan setianya; yang bernama Reita, bahkan sambil gandengan dan nyanyi-nyanyi kaya anak TK (=w=”a)
          Dengan banyak pertimbangan atas kekhawatirannya, Aoi; sang konglomerat pun berniat mengadakan sayembara. Barang siapa (dikhususkan untuk para gadis, tante-tante tidak termasuk apalagi nenek-nenek-_-) yang dapat membuat kue bolu paling enak, maka ia akan menjadi istri Ruki *ala cerita rakyat XD*
          Awalnya Ruki tidak setuju dengan keputusan ayahnya itu, tapi apa daya, ia pun akhirnya menurutinya juga dengan terpaksa.

˚◦°•˚◦ (=w=) ˚◦°•˚◦
#Di Hari Diadakannya Sayembara #
          Hari diadakannya sayembara diawali dengan acara apel pagi dan dilanjutkan amanat dari sang konglomerat *macam upacara 17-an*. Suasana apel pagi itu begitu khidmat dan mengharukan(?). Diceritakan pula bahwa apel ini diikuti oleh seluruh rakyat di negeri itu, tamu undangan dan para peserta sayembara tentunya.
          Pukul 09.00, sayembarapun dimulai. Seluruh peserta mulai membuat kue bolu~ \(^o^\). Sang konglomerat terlihat senang dengan tertawa bahagia melihat keantusiasan para gadis-gadis yang berjuang ingin menjadi istri Ruki. Sepintas ia melihat pemandangan yang cukup mengganggunya, dan pemandangan itu adalah Reita *konglomeratnya sentiment amat ama Reita xD* yang berlarian mengangkat kompor beserta tabung gas elpigi 3 kg-nya kesana kemari.
“Hoi! Kamu ngapain lari-larian sambil bawa kompor?!”, tanya sang konglomerat.
“Oh, ini peserta yang bagian belakang belum kebagian kompor, Tuan! Hehe”, jawab Reita sambil nyengir.
“Lho?? Bukannya kompornya sudah disediakan 100.000 biji??”
“Heheiya ,Tuan. Tapi pesertanya jumlahnya ada 101.000 nyawa.Jadinya kurang deh, hehe”
          Sang konglomerat speechless. Tak menyangka begitu banyak gadis yang ingin menjadi istri anaknya yang buntet itu XD *author disepak Ruki sampe mars*
“Kalau gitu saya permisi dulu ya,Tuan! Hehe”, ucap Reita membuyarkan lamunan sang konglomerat yang sedang melongo.
“I-iya! Mohon bantuannya ya!”
“Baik Tuan!”

˚◦°•˚◦ (o_o”)7˚◦°•˚◦
#Di dalam Mansion Megah milik Sang Konglomerat#
          Terlihat Ruki sedang duduk jégang *apaan sih bahasa indonesianya=_=* di atas sofa ruang tamu yang sangat mewah, dan mungkin jika dihitung dari segi ekonominya pasti sangat mahal tuh sofa,hoho.
          Di sofa lain juga telah terduduk manis 2 makhluk Tuhan yang paling sekushi *plak! Kaya lagunya Mulan Jameela*.Mereka adalah tamu undangan terhormat dari negeri se(berang). Namanya Uruha dan Kai; Uruha adalah seorang penyihir a.k.a dukun(?) sedangkan Kai adalah seorang koko professional yang kawaii sekaleh xD *fangirl kumat*
          Meskipun duduk di ruang yang sama, mereka tidak berbicara atau berbincang-bincang sama sekali. Yang terjadi malah mereka saling melempar pandangan acuh tak acuh.
BLETAAKKHH!!
“Adow!! Sakit tau!!” ,erang Ruki sambil menengok ke belakang melihat siapa yang baru saja menjitaknya. Ternyata di belakang sudah berdiri sang konglomerat yang melotot dan memancarkan hawa-hawa mengerikan.
“Ayah ini apa-apaan! Masa main jitak anakmu yang imut dan tampan ini??! =w=”, protes Ruki narsis.
“Lha iya toh ayah jitak! Kamu ini ndak sopan sama tamu! Bukannya diajak ngobrol malah didiemin begitu!” [bayangkan Aoi ngomong pake logat jawa medok xD]
“I-iya Ruki yang salah. T-tapi kan Ruki gak kenal mereka, Yah!”, protes Ruki (lagi).
“Kalau gak kenal ya kenalan dulu! Asal kamu tahu ya,Nak. Kamu dan mereka itu jadi partner buat jadi(?) juri sayembara nanti!”
“Opo????” *Ruki shocked*

˚◦°•˚◦ (@0@) ˚◦°•˚◦
“OPO?????????????????????!!” *Ruki shocked lagi*
“Psst! Jangan keras-keras sok-nya, Tuan! Nanti posisi kita bisa dideteksi Tuang konglomerat pakai GPS *gaul*! Pan kita kagak boleh together-an selama sayembara ini”
“Hehe, sorry ,Reita-kun. Aku khilap. Bdw, itu beneran peserta sayembaranya ada 101.000 butir?? *emange kelereng[?]*”
“Iya, Tuan! 100 % saya yakin! *ala iklan penyaring aer keran//halah*”
Glek. Ruki menelan ludahnya. Membayangkan 101.000 kue bolu yang bakal ia makan + nilai hari ini. Pasti bakal mblenger bolu~ hohoho~
“Saya permisi dulu ya,Tuan Ruki! Kayaknya saya sedang dibutuhkan di tempat sayembara! Hehe”
“Umm! Makasih ya infonya!”
“Siip!”
          Reita pun pergi. Sedangkan Ruki malah muterin tiang rumahnya sambil nangis-nangis.
“Uwaaaaa~ masa aku harus makan 101.000 bolu hari ini?? Emaaak~  aku masih pengen idup! Aku belom mau kawin(?) DX~”, tangis Ruki berurai air mato.
          Di samping Ruki yang lagi lari-lari muterin tiang sambil nangis-nangis itu, tanpa disadari sudah berdiri 2 sosok manusia. Hayo tebak sapa?? Yup!! Bethul~! Mereka adalah Uruha dan Kai! ^0^
“Ehem”, suara Uruha yang gentle mengagetkan Ruki. Ruki pun langsung salah tingkah, Kai malah cekikikan nahan kentut, eh tawa maksud sayah ! XDa *author digetok Kai pake sothil*
“Maaf mengganggu kesibukan Tuan. Tapi saat ini kita sedang dipanggil untuk menjadi juri sayembara..Jadi__”
“Ah iya! Ayo kita berangkat! HAHAAHAA~” kata Ruki dengan jalan robot-nya menuju tempat sayembara dengan wajah merah padam karena menahan malu *jiakakaka~*

˚◦°•˚◦'w')/ ˚◦°•˚◦
“Yaa! Inilah Tuan Ruki, Tuan Uruha dan Tuan Kai! Mereka akan menjadi juri pada acara sayembara ini~ Mari kita beli applause~”, sambut Reita yang menjadi pembawa acara (yang tak diinginkan) dadakan.
          Singkat cerita mereka bertiga pun mulai menilai setiap bolu yang sudah dibuat sesempurna mungkin oleh semua peserta sayembara. Kriteria penilaian mencakup aspek presentasi dan tentunya rasa bolunya~ *author nyontek penilaian di master chef=w=*
          Dari penilaian tersebut, benar-benar sangat disayangkan. Karena 100.995 hanya mementingkan presentasi. Ditambah rasanya yang apabila dipersentasikan hasilnya = 20% asin, 30% asam, 50% basa [ini masak apa praktikum kimia=_=].
          Masih ada 5 buah bolu lagi dari 5 peserta yang masih harus mereka nilai, walaupun sebenarnya mereka sudah (sangat) mual dengan bolu. Tapi ,demi menjaga keprofesionalan mereka sebagai juri, mau tak mau mereka harus menilai 5 bolu terakhir ini.

Bolu terakhir yang pertama *eh* :
- presentasi -> berwarna pink dengan dekor strawberry
{karena Ruki tidak suka strawberry, bolu tersebut dinyatakan tidak lulus *kena dead point* DX}

Bolu terakhir yang kedua :
- presentasi -> berwarna biru dengan hiasan blueberry.
- komentar tentang rasanya :
“Nyam..nyam.. enak sih. Tapi kok agak basa gitu ya?”, tanya dewan juri.
“Ehehehe, maaf. Kelihatannya tadi blawu* yang saya beli nyemplung ke adonan bolunya.Jadi biru deh..hehehe”, jawab peserta sambil nyengir tupai(?)
HOEEEKKKKK!!!
OHOK OHOK OHOKK!!  [para dewan juri muntah berjamaah =3=a]
{TIDAK LULUS UJI KLINIS!! DX}

Bolu terakhir yang ketiga :
- presentasi -> berwarna putih seperti salju & sangat kenyal.
- Sebelum merasakan, juri berkomentar + nanya dulu :
“Ini kok putih banget + kenyal?? Dicampur pake apaan?”
“Oh, ini saya campur pemutih dan boraks! Hehehe” *ketauan deh kalo doi pengoplos=_=*
{TIDAK LULUS BADAN POM !! DX}

Bolu keempat terakhir *kebalik xD* :
- presentasi -> berwarna orange. Imut banget deh pokoknya.
- komentar juri :
“Wow, warna orange~ ini dicampur apa??”
“Jeruuk~ (^w^)”
“Haa? Jaruk? '0')9” *ala afika*
-Begitu dimakan- “Acem banget ~_~”
{TIDAK LULUS UJI LIDAH [?]}  

Bolu terakhir yang kelima (yang terakhir dari yang terakhir) :
- presentasi -> sangat menarik, berwarna coklat dengan tulisan “love Ruki” di atasnya, dibubuhi parutan coklat dan keju pula~
- komentar Ruki :
“Ih~ Lutchunyaaa~ ada namaku juga di atasnya~ pasti enak *0*”
Ruki yang terpana dengan presentasi unik bolu tersebut langsung mencomot dan mulai memakannya. Tapi sebelum bolu itu sempat menyentuh gigi seri Ruki, Uruha sudah merebut bolu itu duluan.
“Apaan sih! Kalau mau nyobain ambil aja bolu yang laen! Noh di atas meja masih banyak!”, omel Ruki kesal. Uruha cuek. Dia tidak mempedulikan Ruki. Dia hanya memandang sengit peserta yang membuat bolu tersebut lalu mulai berkata..
“Coba kamu makan ini terlebih dahulu”, perintah Uruha. Namun peserta itu hanya diam dan menunduk, menyembunyikan wajahnya.
“Ja-jangan..jangan..”, Kai menimpali.
“Ya! Bolu ini telah diberi racun!”, ucap Uruha yang membuat seluruh peserta dan seluruh orang yang hadir di acara sayembara terkejut bukan main.
“Eh! Jangan sembarangan ya! Bagaimana mungkin bolu ini bisa beracun??, bantah Ruki.
“Tuan muda, aku adalah Uruha. Profesiku sebagai dukun a.k.a penyihir, jadi hal sepele seperti ini tidak akan mudah menipuku”, balas Uruha mantap. Ruki langsung menoleh ke peserta itu.
“Apa benar bolu itu beracun?”

SREETTT~

“Kyaaaaaa!! (>A<)”
          Semua peserta sayembara yang semua ber-gender perempuan itu histeris melihat sebuah pisau lipat terhunus di leher Ruki. Hanya sekitar 2 centimeter saja jarak antara pisau dan leher Ruki.
          Melihat hal itu petugas keamanan mencoba bertindak, tetapi dikecam oleh penyandera itu.
“Berhenti bergerak atau kubunuh orang ini!”
          Ruki berkeringat dingin, ia sadar bahwa nyawanya kali ini sedang dipertaruhkan. Ia pun berusaha meredam kecaman dan emosi gadis yang menyanderanya itu.
“T-tolong tenanglah.Jangan acungkan pisaumu itu padaku ,oke?”
“Diam!!!”
          Gulp. Ruki semakin tidak berkutik. Dia akhirnya diam. Selang berapa saat, ia merasakan sebuah cairan membasahi pundaknya. Ternyata gadis yang menyanderanya itu menangis.
“Ke-kenapa kau menangis?”, tanya Ruki gemetaran.
“Kau harusnya memakan bolu itu..”, ucapnya lirih.
“Apa kau gila?! Kau bisa membunuh tuan muda!”, bentak Uruha yang eshmoshi pada gadis itu.
“Aku tidak segila itu!!Tentu saja ia tidak boleh mati!”
“Lalu bagaimana mungkin racun itu tidak membunuh tuan muda?” tanya Kai penasaran.
“Aku sudah mempersiapkan penawar racunnya.. Aku akan menjadi penyelamatnya.. Karena ia adalah penyelamatku..”
“Aku? Penyelamatmu?”, Ruki mulai bingung.
“Ya”

~Flashback Start~
          Di pertengahan musim dingin, Ruki berjalan-jalan di kota yang diselimuti salju bersama Reita. Ia berniat shopping di sebuah pusat perbelanjaan. Di perjalanan, ia melihat hal yang sangat membuat hatinya miris. Hal itu adalah sebuah pemalakan oleh preman terhadap seorang gadis kecil penjual kue bolu.
“Cepat serahkan uangmu!!”
“Maaf, tapi aku tidak punya uang sepeserpun”
“Bohong! Itu buktinya kau berjualan bolu!”
“Tapi bolu ini belum laku sebuah pun”
“Jangan banyak alasan!”
          Tangan besar preman itu akan memukul gadis itu, namun dihadang oleh sebuah tangan kekar yang lain.
Plok! Plok !Plok !
“Hebat kau, Reita-kun! Walaupun badanmu kerempeng ternyata tangan kekarmu gesit juga! Hahaha”, kata Ruki dari arah belakang sambil tepuk tangan. Reita yang mendengar kata ‘kerempeng’  pun menggembungkan pipinya, tersungging,eh tersinggung, wkwkwk.
“Cih! Siapa kalian? Jangan campuri urusanku!”, ucap preman itu.
“Aku tidak mencampuri, aku hanya ingin menyingkirkan pemandangan yang menggangguku.. Itu saja”, jawab Ruki enteng sambil melipat tangan di dadanya.
“Apa kau bil__”
PLAKK!!
          Seikat uang berhasil dilempar tepat di wajah preman ingusan itu (?)
“Kau menginginkan itu kan? Ambilah!”, ujar Ruki acuh.
          Ketika preman itu menunduk untuk mengambil uang yang terjatuh di tanah, Ruki langsung menarik kerah sweater preman itu *maklum, Ruki kan buntet XD //duakk*
“Tapi ingat ya, sekali lagi kau muncul di kota ini. Maka kau akan membayar 10x lipat uang ini! Mengerti!!?”
“B-baiklaah~”, balas preman itu lalu ngacir karena ketakutan melihat ‘death glare’ Ruki yang didukung make up mata + eyelensnya itu, menambah kesan menakutkannya,hohoho~
“Tuan Ruki tak papa kan?”
“Iya, aku tak apa, Reita-kun.Tapi sepertinya uangku tidak cukup untuk shopping hari ini, huft”, keluh Ruki sedikit kecewa.
“Ano…” gadis kecil itu tertunduk, sebenarnya ia senang dan ingin berterima kasih, namun ia bingung harus bilang bagaimana.
“Hmm iya! Sepertinya sisa uangku masih cukup untuk membeli kue bolu! Okey! Aku beli semuanya ya! d(^.^)b”
“I-iya”
          Akhirnya ,Ruki dan Reita pun pulang membawa banyak kue bolu. Gadis penjual kue bolu itu sangaat bahagia dan terpesona melihat pemuda itu (pemuda yang dimaksud adalah Ruki *abaikan Reita*).Ia pun menganggapnya sebagai “pahlawan”, dan berjanji akan menjadi pahlawan juga bagi pahlawannya(?) tersebut. *bahasane ribet*
          Hal gila plus edan yang terbesit dari dalam hatinya adalah.. ia ingin menjadi ISTRI pahlawannya itu XD *gkgkgk! Gelo nian!*

~Flashback End~
“Jadi… kau adalah gadis kecil penjual kue bolu itu?”
“Ya.. tapi aku bukan gadis kecil lagi.Sekarang aku sudah dewasa. Itulah sebabnya aku ingin menjadi istrimu!” *busset, nepsong amat DX*
          Semua yang melihat kejadian itu melongo, speechless, sweatdropped (termasuk sang konglomerat, Uruha dan Kai *lol)
“A-aku mengerti. Tapi kenapa harus kau racuni aku?”
“Itu karena… Dulu saat aku mencoba melamar(?)mu dengan membawa kue bolu ini sebagai mahar(???), ada seorang pelayanmu yang bilang bahwa kau benci kue bolu dan menyuruh siapa pun yang membawa kue bolu untuk diusir.. Aku benar-benar kecewa dan sakit hati..” .Cerita gadis itu sambil menangis.
“Eh? Tapi aku tidak pernah bilang begitu pada semua pelayanku kok (o.O)?”
          Gadis itu tidak menaggapi, ia malah terus saja menangis. Ruki langsung melempar ‘death glare’nya (lagi) pada semua pelayan yang berbaris di hadapannya.
          Mereka pun ada yang menunduk (ketakutan), berkeringat dingin, malahan ada yang ngompol di tempat *plak*
          Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh petugas keamanan yang melihat kelengahan gadis itu. Dengan cekatan, petugas keamanan segera mengikat tangan gadis itu dengan simpul tali pati. *penting gak sih,hehe*
“LEPASKAN!! LEPASKAN AKU!! Urusanku belum selesai!! LEPASKAN!!”
“Diam! Kau sudah mencoba mencelakai Tuan Ruki! Sekarang kau harus dikurung di penjara bawah tanah!”
“TUNGGU!”
          Suara sekushi Ruki menenangkan suasana. Saking sekushinya semua gadis peserta sayembara pada pingsan (pantesan tenang, wkk~)
“Tuan Ruki, tolong jadikanlah aku istrimu! Aku berjanji akan melakukan apapun untukmu!”
[backsound : suara violin yang mendayu-dayu *hiksu]
“TIDAK!! Aku tidak akan pernah memperistrimu!”
CTARRR!!!
[backsound : suara petir menyambar pohon kelapa sawit]
          Hancur, itulah yang tentu saja dirasakan oleh gadis itu saat ini. Kini ia sadar, betapa bertepuk sebelah tangannya cinta yang selama ini dipendamnya itu. Air matanya sudah tak tertahankan lagi, mengalir deras di pipinya.
Tap~ Tap~ Tap~
[backsound : Ruki melangkah mendekati gadis itu~]
          Disentuhnya ubun-ubun gadis itu dengan lembut oleh Ruki (ceritanya tuh gadis lagi jongkok sambil nangis, makanya tangan si Ruki nyampe XD *author diinjek Ruki*). Gadis itu pun perlahan mendongakkan wajahnya yang tertunduk kemudian menatap wajah Ruki.
“Gadis bodoh! Kau itu tidak pantas menjadi istriku!”
JDERRRRRRRRRRRR!!!
[backsound : suara ban truk tronton meletus]
          Gadis itu langsung mewek lagi deh mendengar hal itu..huhuhu~
“Ya, kau mungkin bodoh dan tidak pantas menjadi istriku. Tapi kurasa kau bisa menjadi temanku! Ah! Atau kau juga bisa menjadi koki di sini!
Kurasa itu bisa menjadi hukumanmu setelah kau berusaha meracuniku. Kau harus membuat bolu yang enak untukku sebagai ganti bolu beracun hari ini! Apa kau mengerti?! d(-3-)b”, ucap Ruki melanjutkan deklarasinya tadi sambil manyun gaje.
          Perlahan-lahan tangis sedih gadis itu berubah menjadi tangis bahagia. Ia sangat berterima kasih kepada Ruki karena kebaikannya itu. Semua orang yang melihat kejadian itu merasa bagai menonton drama kolosal, lalu member tepuk tangan yang meriah atas happy ending yang sangat mengharukan.

¸.•*¨*•\(◦ "̮ ◦) EPILOG  (◦ "̮ ◦)/•*¨*•.¸

[perasaan gak ada prolognya kok ada epilognya yak? Luweh la~ ckk XP]
          Sayembara hari itu sudah selesai. Para pelayan pun mulai membersihkan sisa-sisa perjuangan(?) para peserta. Di sisi lain, Ruki ,Uruha dan Kai masih saja asik mengobrol di tempat sayembara itu.
“Ternyata Tuan Muda Ruki memiliki hati yang sangat mulia. Saya benar-benar kagum :)”, kata Uruha sambil menyunggingkan senyum.
“Iya!! Saya juga kagum, bahkan terpukau dengan kebaikhatian Tuan Ruki       !^-^”,tambah Kai.
“Hahaha, itu bukan apa-apa kok,hehehe”, balas Ruki yang wajahnya mem-blusing.
          Dari kejauhan, Reita terlihat akan menghampiri Ruki. Setelah sampai ia pun langsung berteriak…
“TUAN RUKI BAEK BUANGEEET!! GAK SALAH DEH SAYA JADI PELAYANNYA TUAN! XD” [apa hubungannya?-_-]
“Sudah sudah mengaguminya~ saya pan jadi maluuu~”
“Hahaiya deh! Waah! Ada bolu coklat enak tuh! Saya makan ya ,Tuan!” *mencomot bolu beracun coklat tadi xD*
“JANGAAAAAAAAAAAAAAAANNNN!!!”. Ruki,Uruha, Kai koor~ ( -w-)/
*gaje epilog*

~THE END~

*blawu itu adalah semacam obat yang biasa digunakan sebagai pemutih pakaian(yah meskipun warnanya biru XD).Blawu ini dipake jaman dulu banget,walau sekarang masih ada sih, tapi jarang juga yang jual :D sekarang mah pakenya pemutih sabun gitu yah :3

# Bacot session author :
Akhirnya selesai juga~ nyahahaha~ (>w<) *gegulingan kaya anak kucing*
Ini adalah fanfic “pertama” dari sekian fanfic yang belom kelar dan entah bagaimana nasibnya
 ( ;w;)>
Alhamdulillah banget deh fanfic gaje ini jadi juga (meski harus dibela-belain ditulis pas jam fisika *bahahaha~)
Maaf kalo author banyak ngaco dan ngiklan di epep ini~ ohoho
Thanks to Allah SWT,reader and sapalah! Gkgkgk XD

the GazettE Fanfic ~HAPPY BIRTHDAY KAI~ ! \(>w<)/


#Description :
Judul            : HAPPY BIRTHDAY KAI !!~
Author         : Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan a.k.a istrinya Kai xD *dilepar ke empang lele*
Genre           : gajefriendship; comedy gagal
Rated           : G (semua boleh baca~ ^3^)
Chapter       : oneshoot ! *dorr -0-
Cast              :  semua member the GazettE~ (Ruki, Reita, Aoi, Uruha, Kai) ,serta OC yang laen tentuin ndiri~ gkgkgk
Warning      : kaya biasa (gaje, alay, non EYD, dll~)
Length           : 16 pages Ms.Word (4.153 words)~ jadi siapkan obat tetes mata dan sebaskom air kalau2 entar matanya pedes XD~ *PLAK*
Disclaimer   : the GazettE bukan punya saya [tapi Kai punya saya XD *PLETAK*], cerita ini hanya fiktif original by me, jadi gak usah dipikir dalem2 apalagi serius~ wkkk~
A/N                 :  ini fanfic sebenernya sesajen(?) eh persembahan maksud saya, buat ultahnya Kai kemaren yang ke 31, tapi jadinya baru sekarang karena tugas dan ujian sekolah yang bikin saya seteresu ~ uhuk uhuk (TTwTT) *jiah jadi curcol* Actually this fanfic’s just only one for MY KAI !! \()/ #plakk.
Udah lah ngebacotnyak, mari kita kemooonn! XD
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)
~START~
            Mendung, itulah gambaran cuaca hari ini.
          “Sepertinya mentari sedang enggan menampakan dirinya saat ini”,ucap seorang pemuda pada dirinya pada dirinya sendiri.
          Pemuda itu terlihat sedang duduk sendiri di sebuah café sambil memandangi daun-daun pohon yang telah berubah warna menjadi merah, kuning, jingga atau bahkan coklat. Momiji, begitulah daun-daun itu disebut di Jepang saat musim gugur.
          “Mereka sangat indah, apalagi saat terbang terbawa angin”, gumam pemuda itu sambil menyeruput kopi di cangkirnya.
Drrt! Drrt! Drrrt~
Ponsel pemuda itu bergetar tanda bahwa ada panggilan masuk. Ia pun segera menerima panggilan itu.
“Moshi mosh_”
“Hoii! Kai! Kamu di mana??! Jangan bilang kamu lupa sama janji kita di studio!”
“Eh? Janji? Emangnya janji apa ya?”
“Janji buat latihan band lah! Masa janjian buat senam hamil!!”
“O iya! Maaf aku lupa! Hehe”
“Kapan sih kamu itu gak lupa?! Udah cepetan ke studio! Gak pake lama!”
“Oke”
          Bip. Pemuda yang kita ketahui bernama Kai itu pun mematikan ponselnya, kemudian memasukkannya ke dalam saku celananya. Lalu ia memeriksa dirinya.
“Ponsel, udah. Dompet, aman. Udah lengkap kok, hehe”, katanya sambil cengar- cengir. Lalu dia mengambil kunci mobil di atas meja café dan kemudian melaju menggunakan mobilnya meninggalkan café tersebut.
          Tanpa disadarinya seseorang telah memperhatikannya, dia adalah pelayan café tersebut yang notabene masih baru, transmigran dari Jawa *jauh amat dari Jawa ke Jepun xD*
“Lho? Keliatannya mas-mas yang duduk di sini tadi belum bayar deh”, katanya sambil garuk-garuk kepala, ada kutunya *plak*.
“Udah biasa. Kamu catet aja bon-nya terus jadiin satu. Nanti kalo dia ke sini lagi tinggal suruh bayar lunas”, tegas bapak pemilik café yang sudah hafal betul dengan kebiasaan lupa pelanggannya itu pada pegawai barunya.
“Oh, inggih Pak. Wakarimashita! Hehe”, ujar pelayan itu (masih) dengan logat jawa medoknya, sambil membereskan cangkir coffee di atas meja itu.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

~Di Studio~
Tuk! Tuk! Tuk! Tuk!
          Seorang pemuda berpipi chubby dan embul tengah mengetuk-ngetukkan bolpoin yang sedari tadi digenggamnya sebagai pelampiasan diri(?) karena belum kunjung mendapat ide untuk menulis lyrics, ditambah lagi leader band-nya yang super pelupa pada janji yang padahal ia buat sendiri itu membuatnya semakin mendengus kesal.
“Betek! Nge-stuck!”, katanya jengkel kemudian mencomot takoyaki nganggur di hadapannya.
“Betek sih betek, nge-stuck sih nge-stuck, tapi jangan embat takoyakiku napa Ruk (TT_TT)”, sendu seseorang yang lagi benerin plester di hidungnya atau lebih kerennya disebut noseband.
“Eh? Ini takoyakimu ya, Reita? Gomen, udah aku makan semua (=w=)”, ucap pemuda bernama Ruki itu tanpa dosa.
“Dasar kamu itu Ruk, makan mulu kalo lagi betek. Nanti kalo pipimu itu tambah embul ,aku gak tanggung jawab lho”, goda pemuda bernama Reita itu sembari mengerucutkan bibirnya, dan kemudian disambut timpukan kertas tak berbentuk –bekas pelampiasan karena gak dapet ide buat nulis lyrics– dari Ruki.
“Eh, Ruki-chun, jangan buang sampah sembarangan~ entar kalo ibuk-ibuk cleaning service studio ini sampe liat, bisa dikeplak sapu atu-atu deh kita”, ucap seorang pemuda lain bernama Uruha yang lagi asik mainin joystick; nge-game.
“O iya. Kalo gitu buangin kertasnya ya, Rei. Pan kertasnya lebih deket ama kamu”,kata Ruki cuek macam majikan Arab yang kejem ama pembantunya.
“Jiahuhuhuhu (TT_TT)”, tangis Reita bagaikan Cinderella yang dinistai saudara-saudara tirinya (Baca: CindeReita XD *bLETAK!*)
          Di samping itu, seorang pemuda lain bernama Aoi tengah sibuk membolak-balikkaan kalender dengan mimik wajah yang sangat darius; saking seriusnya maksudnya.
“Kamu ngapain bolak-balik kalender gitu kaya orang goreng martabak ,Wo? (=w=)”, tanya Ruki pada Aoi yang sumpek liat Aoi nungging ngebolak-balik kalender yang nempel di tembok.
“Etto~ sebenernya aku cuman pengen tau, sekarang ini tanggal berapa ya? Terus besok tanggal berapa?”
“Oh, kalo hari ini tanggal 27 Oktober 2012, kalo besok tanggal 28 Oktober 2012 (=w=)”, jawab Ruki sambil buka aplikasi kalender di ponselnya *Ruki pinter XD*
“Hn~ tanggal 28 Oktober ya? Hmhm (-w-)”, Aoi mikir sambil mainin jambangnya.
“Emang kenapa?”, tanya Ruki (sedikit) penasaran.
“Berarti besok aku harus bayar sewa apato, kalo enggak aku bisa ditendang alias diusir nanti. WAA! Diusir ?? TIDAK!! )@0@(“ ,Aoi mulai heboh.
“Ada apa sih Ruk? Aoi kenapa tuh ekspresinya kaya habis liat syaiton??” ,tanya Reita yang baru aja buang sampah keluar.
“Itu, si Aoi bakal diusir kalo gak bayar sewa apatonya tanggal 28 Oktober besok”, jawab Ruki sambil nunjuk ekspresi aneh Aoi.
“HE??? 28 OKTOBER??? (O_O)”, Reita melotot, shoXX kayaknya.
“Iya, Kenapa? Kamu juga mau bayar sewa apato? (=w=)”, tanya Ruki.
“Bukan! Tanggal 28 Oktober itu kan__”, omongan Reita keputus.Ruki cengo.
“…”
“…”
“LEADER-SAMA ULANG TAHUN~~ HOHOHO ^0^/”,celetuk Uruha yang girang baru aja menangin gamenya *tunggu dulu, emangnya Uru battle ama sapa yak? Gak tau dah! Author kagak kepikiran!! XDD* dan itu sukses membuat Reita, Ruki, dan Aoi kejengkang, kaget.
“EH?? Ulang tahun? (OwO)”, Ruki tambah cengo, Reita mangap, Aoi sadar dari kehebohannya (?)
“Ulang tahun leader-sama? Hmm (*w*)”, mendadak Aoi grinning-grinning aneh, terus dia meraih ponselnya; ternyata dia mau update twitter! DX .Dan tweet-nya itu sungguh membuat author sukses manyun 5 cm ngebacanya (=w=”)
Isi tweetnya begindang :
-> Hm~ besok si leader-sama ultah~ kasih kado apa yah?? Aw iya~ aku bakal ngado tonjokanku buat dia~ (*w*) hm hm
[note : itu bener-bener yang di-tweet ama Aoi di real world lho~ cuman udah di translet dengan bumbu alay ama author~ ck, ngebetein banget dah =w=a]
          Aoi masih cengengesan baca update-an tweetnya sendiri, Ruki juga masih cengo, Reita apalagi.. .. Masih mangap !! XD
“Oi oi! Jangan pada bengong! Nanti kalo kesambet kan biaya nyewa paranormal di sini mahal ==a *ngarang* Mending kita mikirin kejutan buat leader-sama besok, OKAY! ^w^)/” ,kata Uruha bersemangat. Ruki, Reita, Aoi cuman ngangguk-angguk.
“Rencananya gini nih… psst..psst..”
Uruha mulai berbisik-bisik nyusun rencana. Kira-kira rencananya apa yah ? XD
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

GREEEEEEKKK~
          Kai membuka pintu geser studio tempat member the GazettE berlatih biasanya dengan bersemangat.
“Minna~ ini aku bawa cemilan~ Ayo kita makan sama-sama ^0^”, seru Kai penuh suka cita, tapi yang diajak bersuka cita malah entah di mana keberadaannya.
“Minna~ kalian di mana? Minna~?” ,Kai memanggil-manggil teman sekaligus rekan-rekan band-nya itu, tapi tetap tidak ada respon.
“Masa udah pada pulang? Ini kan belum latihan. Padahal udah sengaja bawa cemilan banyak, huuhh”, dengus Kai cukup kecewa.
GLUTRAKK!!
“Eh? Suara apa tuh? 0.0”
“Kucing~ meong~”
“Oh, cuman kucing -.-“, Kai kembali mencari teman-temannya, tapi hasilnya tetap saja, NIHIL. Yang ditemukannya malah sebuah kertas, umm sepertinya itu surat~
“Surat?” ,Kai mengernyitkan dahinya, heran. “Surat siapa ya? Apa ini surat cinta? Masa surat cinta lecek begini =.= “,kata Kai masih membolak-balik surat itu.
          Akhirnya karena sudah penasaran tingkat provinsi, ia pun membaca surat kaleng itu…
          Sorry, Kai. Kita udah gak bisa lagi terus-terusan gini. Kamu sebagai leader harusnya lebih ngerti perasaan kita yang cuman member biasa. Maaf, tapi kita mutusin bersama untuk DISBAND. Yah, the GazettE disband. Makasih atas perhatianmu yang terakhir ini.
Ruki, Reita, Aoi, Uru
          Kai tercengang, sangat terkejut saat membaca surat lecek itu. Badannya langsung lemas, seperti habis dibuat lari keliling Stadion Gelora Bung Karno 100 kali. Perasaannya hancur berkeping-keping lebih dari perasaan seseorang yang ditolak cintanya.
          Kepercayaan sebagai leader di band rasanya runtuh sudah. Matanya terasa sangat panas, tapi tidak bisa menangis. Wajahnya juga tiba-tiba berubah menjadi sangat pucat, lidahnya terasa kelu, dan hatinya cenat cenut *halah*
GBRAAKKKK!!
          Kai membanting pintu studio yang kemudian berlari menuju mobilnya. Menancap gas, lalu pergi ke suatu tempat, hendak memastikan yang terjadi padanya ini.
Beberapa menit kemudian.
CKLEK~
          Pintu gudang kecil yang ada di dalam studio terbuka pulan, dan dari dalamnya muncul sebuah kepala. Yang jelas kepala itu bukanlah milik gundul pecengis *heh* itu adalah kepala miliknya Ruki yang lagi celingukan.
“Kai udah pergi nih! Yakin gak papa biarin Kai kaya gini?? Kasihan juga”, prihatin Ruki yang malah dibales jitakan di kepala oleh Uruha.
PLETAKK!
“Aw! Sakit tauk! =3=” Ruki protes
“Tau gak! Tadi itu hampir aja ketauan kalo kita lagi ngumpet di gudang! Kamu sih kebiasaan nyerbu kalo Kai bawa cemilan! Untung tadi Reita ama Aoi ngehalangin dan bilang kalo itu kucing! Tapi bego juga sih, masa kucing bilang kucing! =_=” semprot Uruha bak semprotan obat anti nyamuk yang panjangnya kaya gerbong kereta api.
“Iya iya maap~ khilaf nih =3=”
“Ngomong-ngomong gak papa ya kita ngerjain Kai gini? Kasihan juga tuh mukanya”, tanya Reita nimbrung dan ngopas kata-katanya Ruki .
“Udah gak papa. Lagian ini cuman setaon sekali pan=w=a “ jawab Uruha sambil jentikin jari.
Mereka pun melanjutkan rencana mereka ~~ (*v*)/
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

Tok! Tok ! Tok !
          Kai mengetuk pintu rumah dihadapannya dengan cukup keras –karena terbawa emosi- hingga empunya yang punya rumah pun lari terbirit-birit untuk membukakan pintu.
CKLEK~
“Oh, Nak Kai! Ada apa ya? Kok kamu pucat dan buru-buru begini ?? 0.0”, tanya seorang ibu-ibu yang membukakan pintu rumah itu lumayan terkejut.
“Ah, ano, Rukinya ada ,Bu? Apa saya boleh bertemu dengannya?”, jawab dan tanya(?) Kai was-was.
“Ruki? Bukannya Ruki tadi pergi ya? Kelihatannya belum pulang”, jawab ibunya Ruki sambil melihat-lihat ke dalam rumah mengecek.
“Belum pulang?? Padahal kan aku mau memastikan ini bener apa enggak, huuhuu T^T”, tangis isak Kai dalam hati.
“Kalo mau ditunggu ya silahkan, mari masuk dulu ^^”, kata ibunya Ruki mempersilahkan.
“Ah tidak Bu, Terima kasih. Saya pergi dulu kalau begitu, permisi ^^”, ujar Kai dengan senyum lalu kembali ke mobilnya, lalu pergi lagi.
          Kai semakin cemas. Ke mana sebenarnya teman-temannya ini ? Apa mereka benar-benar serius ingin men-disband-kan band mereka yang sudah susah payah mereka perjuangkan? Itu semua karena kelalaiannya sebagai seorang Leader? Kai semakin frustasi saja memikirkannya. Ia benar-benar ingin memastikan langsung dari mulut para member the GazettE yang lain. Tidak melalui media surat, tulisan, atau situs jejaring sosial yang lainnya(???)
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

CIIIT. Mobilnya berhenti di sebuah apartemen tua yang cukup horror, dan itu adalah apartemennya Reita *ngarang lagi*.
Tok! Tok! Tok!
Kali ini Kai mengetuk pintu di hadapannya lumayan pelan, takut jika penghuni selain manusia di apartemen ini ngamuk.
“Iyaaa..hh??” ,jawab seseorang dari dalam apartemen Reita , perlahan-lahan membuka pintu.
          Dari suaranya terdengar sangat aneh, seperti nenek-nenek. Apa itu neneknya Reita? Gumam Kai setengah bergidik.
CKLEK~
          Pintu telah sempurna terbuka, tapi Kai malah menganga. Mengapa? Karena dihadapannya telah berdiri seorang nenek-nenek (seperti yang digumamkan Kai tadi).Dari mulut nenek-nenek itu keluar item-item, seperti darah. Rambutnya putih *yaiyalah nenek2=_=* dan dia membawa sebuah benda….. EMBER !!
“Gyaaaa!!! NENEK EMBER!!! DX”, Kai histeris
“Eh? Siapa yang nenek ember? Ini neneknya Reita tauuu..Dari suaranya kaya Cucu Kai. Bener ya?”, kata nenek-nenek itu.
“Oh? Bukan nenek ember ya? O.O” ,tanya Kai sambil garuk-garuk dimplenya.
          Setelah diliat-liat lagi, itu memang neneknya Reita. Keliatan dari penampilannya yang gahoel; pake celana jeans dan kaos oblong XDD *author ngarangnya keterlaluan*
“Hehehe, maaf Nek, saya kemarin habis nonton pilm di tipi tentang nenek ember[nontonnya bareng author!! xD *dibuang reader*], jadinya kebawa suasana deh, heehehe”
“Jiahhahaha, gak papa.Nenek ngerti kok.Ini nenek bawa ember soalnya mau ngepel lantei, Cucu Kai”, ujar neneknya Reita curcol.
“Oh, kalau yang item-item di mulut itu apa Nek? o.O”
“Ini namanya nginang. Nenek-nenek di Indonesia juga sering nginang loh. Mau nyoba?”
“Enggak lah Nek. Sankyuu, hhehe. Ngomong-ngomong Reita di mana ya Nek? Boleh ketemu?”
“Reita? Bukannya tadi Reita mau pergi latihan ama cucu Kai? Emangnya belum sampe ya?”
“Umm, udah nyampe kok Nek. Cuman dia tadi pergi lagi. Kai kira udah pulang lagi, hehe ^^ kalau gitu Kai permisi dulu ya Nek. Konnichiwa”
“Haii, konnichiwa. Hati-hati ya Cu”
“Iya Nek ^^”
          Kai kembali lagi ke mobilnya. Memacunya ke lain tempat. Kali ini ia menuju ke rumah Uruha, yang ia harap bisa bertemu dengan Uruha dan segera membicarakan hal yang mengganjal dihatinya saat ini.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

          Tak berapa lama ia telah sampai di depan rumah Uruha. Ia pun turun dari mobilnya dan mulai mengetuk pintu. Tapi belum sampai tangannya ke pintu, pintu rumah itu sudah membuka terlebih dahulu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pintu itu dibuka oleh dua makhluk. Ukurannya pendek, setinggi pinggangnya,bermuka putih pucat, berlingkar mata hitam dan  menggunakan popok. Makhluk-makhluk itu tanpa basa-basi langsung menempel di kaki Kai, membuat Kai kaget dan berteriak.
“Tu-Tuyuuuuuuuuuuuuullll!! DX”
“Om Kai!! Kok kita dibilang tuyull??? =0=”, kata salah satu dari makhluk itu masih bergelendotan di kakinya Kai. “Iyaaa niih, padahal kan kita sodara kembar yang  unyu-unyu dan kiyut sepanjang masa =0=” kata yang satunya lagi.
“Eh ada Kai-san! Selamat datang~ ^_^
Paruru! Piriri! Jangan diusilin dong Om Kai-nya! D:<”, omel seorang wanita yang merupakan kakak perempuannya Uruha pada 2 makhluk yang masih nempel di kaki Kai kaya permen karet.
“Eh? Paruru Piriri?? Jadi mereka keponakannya Uruha? O.O”, batin Kai kaget dan lupa kalo Uruha punya keponakan (lol)
“Aduh maaf ya Kai-san. Paruru Piriri ini lagi seneng buat event Halloween, jadinya dandan kaya setan begitu deh, hehe ^^”, kata kakaknya Uruha kalem.
“Ahaha iya gak apa. Ngomong-omong kalian pinter sekali dandannya, apalagi make-up matanya. Bener-bener mirip tuyul ^-^ *plak*”, komentar Kai sambil nepuk-nepuk kepala 2 bocah di hadapannya.
“Iya dong, Om! Kan kita belajarnya autodidak! Liat dandanannya Om Uruha kalo manggung gitu lho Om, yang menginspirasi kita :O”, ujar mereka polos *author langsung dibejek2 Uru*
“Hahahaha kalian ini lucu sekali ^-^ o iya ngomong-ngomong Om Urunya mana? Om Kai boleh ketemu??”, ucap Kai langsung to the point.
“Om Uru dari tadi belum pulang tuh Om! Masih pergi kayaknya! :O” ,jawab mereka (masih) polos binti inosen.
“Oh, yaudah kalo gitu. Om Kai pamit dulu yah! Hehe”
“Yahhh, kok pergi sih Omm :I”
“Besok Om main lagi deh. OK? Bye~ ^-^”
“Bye bye Om Kai :D”
          Setelah melambai-lambai gaje pada keponakan-keponakan Uruha itu, Kai kembali masuk ke dalam mobilnya.
“Hhh, harapan terakhir,ke apartemen Aoi.”, ucap Kai pada dirinya sendiri ,lalu menghidupkan mobilnya, mengemudikannya menuju apartemen Aoi.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

          Kai mengernyitkan dahinya begitu sampai di depan kamar apartemen Aoi. Di pintu itu tertempel tulisan yang sepertinya ditempel oleh si pemilik apartemen. Tulisan itu kiranya seperti ini :
          WAHAI SAUDARA AOI, AKUSTIK GITARNYA BAND THE GAZETTE. DIMOHON SEGERA MELUNASI BIAYA SEWA APATO INI PADA SELAMBAT-LAMBATNYA TANGGAL 28 OKTOBER 2012 BESOK. APABILA HAL INI TIDAK DIINDAHKAN, MAKA SAUDARA AKAN DIUSIR SECARA TIDAK TERHORMAT DARI APATO INI. JADI, MOHON PENGERTIANNYA, WOKEY?
Regards,
PEMILIK APATO YANG RENDAH HATI
          Kai menutup mulutnya begitu membaca tulisan-tulisan yang sengaja di-capslock itu; nahan ngakak *gkgkgk!! XD*.Ia kemudian berpikir, pasti Aoi tidak akan kembali sebelum mendapatkan uang untuk membayar sewa apato ini, memangnya ia mau ditendang begitu saja dari apato ini? Ckckck. Kai pun kembali ke mobilnya dengan rasa kecewa.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

Srppptt~
          Kai meneguk minuman kaleng digenggamannya sambil melihat indahnya malam di sebuah bangku taman kota. Di kepalanya sudah berkecamuk pikiran-pikiran anneh tentang bagaimana nasibnya nanti bila band the GazettE harus disband. Bagaimana nasib para fans yang sangat mencintai the GazettE ? Mereka pasti sangat kecewa dengan keputusan ini.
          “Kusso!!”, Kai membanting kaleng minuman yang telah kosong itu ke tanah. Tapi kemudian diambilnya lagi karena ada tulisan “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan. Jika tetap membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda sebesar 2 juta Yen *dendanya keterlaluan,wkwkwk* .Arigatou Gozaimashita”.
 Saat ia hendak mengambil kaleng itu, tak sengaja matanya tertuju pada sebuah restoran bertuliskan “WANTED. Asisten Koki yang cukup berpengalaman dalam dunia permasakan. Jika anda berminat silahkan langsung saja melamar kemari, karena akan langsung ditesuto”. Mata Kai berbinar-binar sejenak, namun kemudian terlihat bingung lagi. Bagaimana pun ia masih mencintai band-nya, the GazettE. Mana mungkin ia semudah itu melupakan the GazettE, band yang telah membesarkan namanya.
“Hhh.. mungkin nasibku memang harus berakhir menjadi asisten koki. Seperti dulu..”, ucap Kai dari bibirnya begitu saja karena terlanjur pasrah.
          Ia mendongakkan kepalanya menatap bintang-bintang yang berkelip di atas sana. Tanpa ia sadari malam telah menunjukkan pukul 23.35. Ia sudah terlalu lama menyesali dirinya sendiri di taman itu. Semua toko-toko pun sudah mulai tutup, dan Kai melajukan mobilnya ke studio. Keputusan terakhirnya, ia akan melamar kerja di resotan itu jika nasib the GazettE harus berakhir. Berakhir.. yah berakhir.. terasa pahit sekali mengucapkan kata-kata itu.
ハッピーバースデー戒ちゃん•*¨*•.¸  (• ˆˆ •)

          Terakhir kalinya, ia ingin menapakkan kakinya di studio.Tempat ia selalu melatih kemampuan memainkan drumnya, tempat ia selalu bercanda tawa dengan Ruki yang manja seperti anak kecil, Reita yang agak hentai dan sering membenarkan letak nosebandnya yang mlorot, Uruha yang hobi mengajaknya battle game dan berdandan cantik layaknya wanita, serta Aoi yang suka cuek apabila sudah berkutat dengan ponselnya.. Ah, terasa menyesakkan.
          Mengingat kejadian-kejadian indah di sana tak mengurangi peluang setetes air mata jatuh di sudut mata pemuda ber-dimple manis ini. Ia menangis karena harus meninggalkan semua ini. Mengapa harus berakhir seperti ini?? Mengapa harus sekarang?
GREEEEKKK~
          Kai kembali membuka pintu ini. Untuk terakhir kalinya mungkin? Langkahnya terlihat gontai, ia masih tak percaya dengan semua ini. Ruang ini begitu gelap, ia pun mencari-cari saklar lampu agar ia bisa melihat jelas ruang ini.. tentunya.. untuk yang terakhir kali *hiksu*
TUK!
Kai menyalakan saklar itu dan…
TENG! TONG!~
          Jam menunjukkan pukul 00.00, disusul dengan suara-suara cemeng *plak* dari teman-temannya~~ :3
“SURPRISE !!!!! \(=^w^=)/”  [Ruki]
“HAPPY BIRTHDAY LEADER-SAMA~~ ^0^//” [Uruha]
“OTANJOUBI__” [Reita]
“OMEDETOU~~!!!! ^O^” [Aoi] menyambung kata-kata Reita lalu menyalakan petasan (?)
“Mi..Minna?? (;w;)”, Kai melongo dengan air mata dan ingus yang sudah tak terbendung lagi *aduduh, sini mala usapin >w<*
          Kai sangaaaatttt terkejut~ ! (>0<) Ternyata di ruang studio sudah tertempel bermacam-macam dekorasi untuk acara ulang tahun. Ada balon, kertas warna-warni yang tersimpul indah, dan lain-lain~ Bahkan ,yang membuatnya tak henti-hentinya tercengang adalah____ adanya sebuah kue tart cantik buatan para menba gajete yang lain >3<
“Tiup lilinnya! Tiup lilinnya sekarang juga, sekaraaaanggg juuugaaa, sekarangggg jugGAAAAAAA!!!! (>A<)”, nyanyi para menba gajete bersama-sama tapi diakhiri sendiri oleh growl Ruki yang membuat Kai, Reita,Uruha dan Aoi tutup kuping.
Huffff!
“HOREEEEEEE” XD~~ *macam anak TK//plak//*
          Semuanya bertepuk tangan dengan tawa bahagia. Wajah Kai yang tadinya murung nan gelisah sudah berganti senyum khasnya.Membuat yang lain semakin tambah bahagia *kata2 yg muter2*
“Jadi Minna udah ngerencanain ini dari awal?? Surat itu juga termasuk?? (;;;w;;;)”, tanya Kai terharu.
“Hehehe~ iya dong Kai, sapa dulu dalangnya! Uru-pon yang sekushi ini~ gkgkgk ^0^”, Uruha menjawab dengan sepenuh hati, sampai terjadi hujan lokal dan interlokal.
“Maap ya Kai. Bikin kamu khawatir gini. Sampe nangis malah, hahahagh :D”, kata Ruki sambil nepok-nepok pundak Kai keras.
“Kata nenekku bahkan kamu sampe pergi ke rumah kita-kita ya?? Hontou ni Gomen Ne yak ,fufufu :> “,Reita menambahi ;dapet telpon dari nenek gaulnya tadi XD
“Daripada banyak cincong mending langsung ke acara utama yok! Potong KUEE ! ^O^”, usul Aoi heboh. Akhirnya yang laen nurut juga.
          Uruha mulai memotong kue tart sotoy buatan mereka dengan sumringah.
“Pertama buat Kai, Aku, Ruki, Reita terus Awoiii ~^3^ .Dimulai dari Kai lho yang makan~ yah, kan yang ultah diutamakan :D”, kata Uruha.
Begitu Kai memakan kue tart …
“Nyam..nyam… Ngggghhkkk??? (.)”, mendadak Kai melotot aneh, yang lain jadi was-was kalau Kai kenapa-napa.
“Kamu kenapa Kai??? Kuenya kenapa ?? 0.0” ,Uruha mengguncang-guncangkan tubuh Kai yang tiba-tiba kaku.
“Glek! Ohokk ohok ohok!! XO”, Kai batuk-batuk kaya mau muntah. Sementara yang laennya tambah panik, cengo, dan pada gigitin jari. (O__O)
“BAKAAAA! OHOK OHOKK! AMBILIN AER DODOLLL!!! OHOK OHOK!”, tereak Kai yang mendadak suaranya kaya orang kesurupan, galak banget, terus penuh aura-aura membunuh(?)
Semuanya langsung ngacir ngambil air karena takut dicaplok.
Glek glek glek~ “Ah.. legaa (-.-)”, kata Kai setelah 4 gelas air bening diminumnya *buset dah diminum semua XD*
“Kamu tadi kenapa Kai?”, tanya Ruki yang merasa sisi devil Kai udah pergi.
“Hueeee aku tadi keselek Ru-chan~ Itu kuenya rasanya kok AUWASIN *saking asinnya* bener!! Uhuhuhu~ (TT-TT)”, jawab Kai meratapi nasib udah nelen kue yang aneh itu.
“WUATS??? Asin?? 0_0 bukannya tadi aku nyusun komposisinya udah bener ya? Eh iya, yang ngasih gula tadi bukan aku! DX”, Uruha buka kartu.
“Terus siapa dong ?? TT___TT”, Kai masih nyesek.
~ Flashback dulu yah :3~
“Reita Ruki ,kalian dapet bagian dekor ruang studio.Inget! Harus bagus! Ruki, jangan maenan balon. Dan Reita, kertas krep-nya jangan buat noseband. Wakarimasuka ? -.-“
“Haii! Wakarimasu! -0-“, jawab Reita Ruki bebarengan mendapat perintah dari Uruha.
“Hmm, kalau bagianku bikin kue tart sama Aoi. Aoi, ayo kita ke dapur! -0-“ ,perintah Uruha lagi.
“Haii ._.”, Aoi manut.
          Setelah sampai di dapur, Uruha menyiapkan ini itu untuk membuat kue tart. Dari bahan, alat, pokoknya lengkap banget.  Dan ia pun mulai beraksi membuat adonan, sampai tahap pencampuran, terdengar keributan dari ruang studio.
“REIII!!! KYAAAAAAA!!” ,teriak Ruki.
“Arrgghhhh!! Sakit Ruk!! Kamu berat bangett!! Aku gak kuat!!”,bales Reita.
          Uruha ama Aoi yang mendengar percakapan anneh dari dapur langsung mikir yang iya-iya(?) dan saling liat-liatan.
“REI! TAHAN DONG!!”
“GAK BISA RUK!! SAKIITT!!”
(0__0)a. Uruha dan Aoi tambah bingung.
KYAAA!!!! GUBRAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK!!
“Eh? Suara apa lagi tuh?? Udah gak bisa didiemin! Aoi, kamu tambahin gulanya terus adonannya diaduk ya! Aku mau liat mereka ngapain!”, seru Uruha yang lalu lari ke ruang studio tempat Reita Ruki mendekor .
“Ah iya (._.)”, kata Aoi lemes. Kemudian dia mulai mencari-cari dan memilah-milah, mana yang namanya gula. Kenapa memilah-milah? Soalnya Aoi gak ngerti bumbu dapur XD
          Pilihannya pun bercabang menjadi 2 senyawa dihadapannya. Dua senyawa itu sama-sama berbentuk kristal halus.Teksturnya juga sama.
“Yang gula yang mana yah? Ah paling yang ini -.-“, Aoi pun memilih senyawa di mangkuk yang berwarna pink ngejreng , kemudian mengaduknya. Selanjutnya , dia berjalan menuju ruang tempat Uruha berada bersama Reita Ruki untuk menanyakan step yang berikutnya.
          Sesampainya di ruang dekor, Aoi dikagetkan dengan ruangan yang berantakan di sana sini. Di sana juga sudah terduduk Reita yang kakinya sedang diolesi balsem oleh Uruha, sedangkan Ruki lagi niupin balon.
“Ada apa nih??? Kok berantakan gini?? O.O”, tanya Aoi penuh perasaan tanya *masa perasaan seru=_=*
“Ini nih Reita! Gara-gara dia jadi berantakan gini! =O=”, jawab Ruki sewot sambil nunjuk-nunjuk Reita.
“Kok aku sih Ruk?! Salahin paku payung yang seenak jidat jatoh sembarangan itu dong! Yang udah bikin kakiku bonyok gini! Huhuhu”, ucap Reita membela diri.
“Paku payung?? O__O”, Aoi makin bingung
“Haeh, maksudnya gini.. Tadi itu, waktu Reita lagi ngegendong Ruki di pundaknya buat nempelin kertas krep ama balon di langit-langit ruang, kakinya Reita gak sengaja nginjek sebuah paku payung yang ada di lantai. Alhasil Reita yang kesakitan gak bisa nahan beban Ruki ..terus jatoh deh -__-“, urai Uruha mencoba menjelaskan kejadian tadi pada Aoi.
“Hmm, jadi gitu -_-a .Ngomong-ngomong paku payungnya kaya apa?”
“Itu tuh udah aku taroh di atas meja”,kata Uruha lagi.
“HEE?? Ini sih piercing-ku di mulut yang ilang kemaren!!! Ternyata kamu jatoh di sini yak! hohoho”, teriak Aoi heboh ngeliat benda yang tengah dipegangnya.
(=____=) <- ekspressi Reita, Ruki, Uruha.
“SERAAANGGGG!!!! >0< ”, Ruki memberi komando.
~ Flashback selesai :3~
“Apa?? Jadi kamu nyampurin yang di mangkuk pink ngejreng? 0.0”, tanya Uruha pada Aoi yang lagi disidang massa.
“Iya, hehehe”, jawab Aoi singkat.
“Pantesan asin.. Itu kan garam halus TT___TT”
(=_________=) <- ekspressi Kai, Reita, Ruki.
“Heheehhe.. gomen ne summer~”, Aoi malah nyanyi lagunya SKE48 –Gomen Ne Summer–  *ost iklan pocari sweat*
“Sekarang autumn oiii!! SERAAANGGGG!!! >0<” .Kali ini Kai yang memberi komando.
          Yah, begitulah sekiranya yang terjadi ,sodarah-sodarah sebangsa dan setanah air (^-^). Mereka mungkin saat ini sedang adu jotos atau bahkan saling timpuk karena ke-dodol-an Aoi yang gak sembuh-sembuh *author langsung dikutuk Aoi*. Tapi siapa peduli? Asal mereka selalu bersama, bahagia selalu dalam band mereka yang tercinta.. the GazettE.
          Meski harus menelan kue aneh itu, Kai tetap merasa bahagia, bahkan bersyukur(?). Kenapa? Ya soalnya udah dikasih surprise gitu kok !! gimana toh!! Wkwkwk XDD *author keabisan kata2*
          Doa saya sebagai author dan istri Kai *halah halah* yaitu semoga Kai selalu diberi kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan , makin cakep, makin imut, dan makin-makin yang lainnya~! Khukhukhu~~ (>w<)
          Oh iya! Doa yang terpenting adalah….. semoga the GazettE selalu menjadi yang terbaik dan tereksis di Jepang bahkan di dunia ini~~ AMIIINNN!!!
GAZEROCK IS NOT DEAD !! \(>0<)/
~THE END~