#Description
:
Judul : Poisonous Spongecake
Author :
Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan
Genre : AU; parody; drama; comedy gagal
Rated : PG
Chapter :
oneshoot
Cast : member the GazettE -Ruki(main
chara),Reita, Aoi, Uruha,Kai- ; serta OC2 nyang laen gak penting xD *plak*
Warning :
penuh kata-kata aneh plus gaje punya author(?) EYD diabaikan.
Length : 12 pages (2.756 words)~ lumayanlah, gak panjang2 amat
XDD
Disclaimer :
Ruki itu punya the GazettE, the GazettE punya PSC. It’s all belong to everyone
lah~ just for fun ^^v ♥
Summary : “Rasa sakit hati yang berubah menjadi racun…” *maksudnya apa ya?-_-*
A/N : mendapat inspirasi saat makan spongecake berwarna ijo yang ada mesesnya~ nah lo? Kayanya beracun tuh,ck. Untung sampai saat ini author masih hidup untuk mengetik fanfic ini XD yah!! Silahkan baca ajalah! Wkk~
°◦ ⌣°◦•Poisonous Spongecake °˚° Σ( ° △ °|||) ☆
~START~
Di suatu zaman khayal, tinggalah seorang anak manusia. Dia merupakan putra tunggal dari seorang konglomerat kaya raya yang memiliki lahan tanah di mana-mana. Selain merupakan putra satu-satunya, ia juga mendapatkan posisi pertama pemuda paling popular di zamannya itu. Nama pemuda itu adalah Ruki.
Meskipun Ruki adalah pemuda yang paling popular dan banyak diminati seluruh gadis bahkan tante-tante(?) di seluruh pelosok negeri, ia tidak berminat sama sekali dengan mereka. Lebih tepatnya ia enggan memiliki kekasih. Ia tidak pernah menyatakan cinta kepada siapapun. Karena itulah… banyak gadis yang nekat menyatakan cintanya terlebih dahulu padanya.
Tapi apa jawabannya?
“TIDAK!”. Begitulah jawabannya (-w-“) *fufufu~ Ruki kejem*
Sementara itu, sang konglomerat (ayah Ruki) yang bernama Aoi, khawatir melihat putranya tersebut. Bagaimana tidak khawatir?
Ruki, anak satu-satunya penerus tunggal generasinya itu sama sekali tidak tertarik dengan perempuan. Yang ada ia malah sering berjalan-jalan bersama pelayan setianya; yang bernama Reita, bahkan sambil gandengan dan nyanyi-nyanyi kaya anak TK (=w=”a)
Dengan banyak pertimbangan atas kekhawatirannya, Aoi; sang konglomerat pun berniat mengadakan sayembara. Barang siapa (dikhususkan untuk para gadis, tante-tante tidak termasuk apalagi nenek-nenek-_-) yang dapat membuat kue bolu paling enak, maka ia akan menjadi istri Ruki *ala cerita rakyat XD*
Awalnya Ruki tidak setuju dengan keputusan ayahnya itu, tapi apa daya, ia pun akhirnya menurutinya juga dengan terpaksa.
♥˚◦°•˚◦☆ (=w=) ☆˚◦°•˚◦♥
#Di
Hari Diadakannya Sayembara #
Hari
diadakannya sayembara diawali dengan acara apel pagi dan dilanjutkan amanat
dari sang konglomerat *macam upacara 17-an*. Suasana apel pagi itu begitu
khidmat dan mengharukan(?). Diceritakan pula bahwa apel ini diikuti oleh
seluruh rakyat di negeri itu, tamu undangan dan para peserta sayembara
tentunya.
Pukul
09.00, sayembarapun dimulai. Seluruh peserta mulai membuat kue bolu~ \(^o^\).
Sang konglomerat terlihat senang dengan tertawa bahagia melihat keantusiasan
para gadis-gadis yang berjuang ingin menjadi istri Ruki. Sepintas ia melihat
pemandangan yang cukup mengganggunya, dan pemandangan itu adalah Reita
*konglomeratnya sentiment amat ama Reita xD* yang berlarian mengangkat kompor
beserta tabung gas elpigi 3 kg-nya kesana kemari.
“Hoi! Kamu ngapain lari-larian sambil bawa
kompor?!”, tanya sang konglomerat.
“Oh, ini peserta yang bagian belakang belum
kebagian kompor, Tuan! Hehe”, jawab Reita sambil nyengir.
“Lho?? Bukannya kompornya sudah disediakan
100.000 biji??”
“Heheiya ,Tuan. Tapi pesertanya jumlahnya
ada 101.000 nyawa.Jadinya kurang deh, hehe”
Sang
konglomerat speechless. Tak menyangka begitu banyak gadis yang ingin menjadi
istri anaknya yang buntet itu XD *author disepak Ruki sampe mars*
“Kalau gitu saya permisi dulu ya,Tuan!
Hehe”, ucap Reita membuyarkan lamunan sang konglomerat yang sedang melongo.
“I-iya! Mohon bantuannya ya!”
“Baik Tuan!”
♥˚◦°•˚◦☆ (o_o”)7☆˚◦°•˚◦♥
#Di
dalam Mansion Megah milik Sang Konglomerat#
Terlihat
Ruki sedang duduk jégang *apaan sih bahasa indonesianya=_=* di atas sofa ruang
tamu yang sangat mewah, dan mungkin jika dihitung dari segi ekonominya pasti
sangat mahal tuh sofa,hoho.
Di
sofa lain juga telah terduduk manis 2 makhluk Tuhan yang paling sekushi *plak!
Kaya lagunya Mulan Jameela*.Mereka adalah tamu undangan terhormat dari negeri
se(berang). Namanya Uruha dan Kai; Uruha adalah seorang penyihir a.k.a dukun(?)
sedangkan Kai adalah seorang koko professional yang kawaii sekaleh xD *fangirl
kumat*
Meskipun
duduk di ruang yang sama, mereka tidak berbicara atau berbincang-bincang sama
sekali. Yang terjadi malah mereka saling melempar pandangan acuh tak acuh.
BLETAAKKHH!!
“Adow!! Sakit tau!!” ,erang Ruki sambil
menengok ke belakang melihat siapa yang baru saja menjitaknya. Ternyata di
belakang sudah berdiri sang konglomerat yang melotot dan memancarkan hawa-hawa
mengerikan.
“Ayah ini apa-apaan! Masa main jitak anakmu
yang imut dan tampan ini??! =w=”, protes Ruki narsis.
“Lha iya toh ayah jitak! Kamu ini ndak sopan
sama tamu! Bukannya diajak ngobrol malah didiemin begitu!” [bayangkan Aoi
ngomong pake logat jawa medok xD]
“I-iya Ruki yang salah. T-tapi kan Ruki gak
kenal mereka, Yah!”, protes Ruki (lagi).
“Kalau gak kenal ya kenalan dulu! Asal kamu
tahu ya,Nak. Kamu dan mereka itu jadi partner buat jadi(?) juri sayembara nanti!”
“Opo????” *Ruki shocked*
♥˚◦°•˚◦☆ (@0@) ☆˚◦°•˚◦♥
“OPO?????????????????????!!” *Ruki shocked
lagi*
“Psst! Jangan keras-keras sok-nya, Tuan!
Nanti posisi kita bisa dideteksi Tuang konglomerat pakai GPS *gaul*! Pan kita
kagak boleh together-an selama sayembara ini”
“Hehe, sorry ,Reita-kun. Aku khilap. Bdw,
itu beneran peserta sayembaranya ada 101.000 butir?? *emange kelereng[?]*”
“Iya, Tuan! 100 % saya yakin! *ala iklan
penyaring aer keran//halah*”
Glek. Ruki menelan ludahnya. Membayangkan
101.000 kue bolu yang bakal ia makan + nilai hari ini. Pasti bakal mblenger
bolu~ hohoho~
“Saya permisi dulu ya,Tuan Ruki! Kayaknya
saya sedang dibutuhkan di tempat sayembara! Hehe”
“Umm! Makasih ya infonya!”
“Siip!”
Reita
pun pergi. Sedangkan Ruki malah muterin tiang rumahnya sambil nangis-nangis.
“Uwaaaaa~ masa aku harus makan 101.000 bolu
hari ini?? Emaaak~ aku masih pengen
idup! Aku belom mau kawin(?) DX~”, tangis Ruki berurai air mato.
Di
samping Ruki yang lagi lari-lari muterin tiang sambil nangis-nangis itu, tanpa
disadari sudah berdiri 2 sosok manusia. Hayo tebak sapa?? Yup!! Bethul~! Mereka
adalah Uruha dan Kai! ^0^
“Ehem”, suara Uruha yang gentle mengagetkan
Ruki. Ruki pun langsung salah tingkah, Kai malah cekikikan nahan kentut, eh
tawa maksud sayah ! XDa *author digetok Kai pake sothil*
“Maaf mengganggu kesibukan Tuan. Tapi saat
ini kita sedang dipanggil untuk menjadi juri sayembara..Jadi__”
“Ah iya! Ayo kita berangkat! HAHAAHAA~” kata
Ruki dengan jalan robot-nya menuju tempat sayembara dengan wajah merah padam
karena menahan malu *jiakakaka~*
♥˚◦°•˚◦☆ ( 'w')/ ☆˚◦°•˚◦♥
“Yaa! Inilah Tuan Ruki, Tuan Uruha dan Tuan
Kai! Mereka akan menjadi juri pada acara sayembara ini~ Mari kita beli
applause~”, sambut Reita yang menjadi pembawa acara (yang tak diinginkan)
dadakan.
Singkat
cerita mereka bertiga pun mulai menilai setiap bolu yang sudah dibuat
sesempurna mungkin oleh semua peserta sayembara. Kriteria penilaian mencakup
aspek presentasi dan tentunya rasa bolunya~ *author nyontek penilaian di master
chef=w=*
Dari
penilaian tersebut, benar-benar sangat disayangkan. Karena 100.995 hanya
mementingkan presentasi. Ditambah rasanya yang apabila dipersentasikan hasilnya
= 20% asin, 30% asam, 50% basa [ini masak apa praktikum kimia=_=].
Masih
ada 5 buah bolu lagi dari 5 peserta yang masih harus mereka nilai, walaupun
sebenarnya mereka sudah (sangat) mual dengan bolu. Tapi ,demi menjaga
keprofesionalan mereka sebagai juri, mau tak mau mereka harus menilai 5 bolu
terakhir ini.
★ Bolu terakhir yang pertama *eh* :
-
presentasi -> berwarna pink dengan dekor strawberry
{karena
Ruki tidak suka strawberry, bolu tersebut dinyatakan tidak lulus *kena dead
point* DX}
★ Bolu terakhir yang kedua :
-
presentasi -> berwarna biru dengan hiasan blueberry.
-
komentar tentang rasanya :
“Nyam..nyam..
enak sih. Tapi kok agak basa gitu ya?”, tanya dewan juri.
“Ehehehe,
maaf. Kelihatannya tadi blawu* yang saya beli nyemplung ke adonan bolunya.Jadi
biru deh..hehehe”, jawab peserta sambil nyengir tupai(?)
HOEEEKKKKK!!!
OHOK
OHOK OHOKK!! [para dewan juri muntah
berjamaah =3=a]
{TIDAK
LULUS UJI KLINIS!! DX}
★ Bolu terakhir yang ketiga :
-
presentasi -> berwarna putih seperti salju & sangat kenyal.
-
Sebelum merasakan, juri berkomentar + nanya dulu :
“Ini kok
putih banget + kenyal?? Dicampur pake apaan?”
“Oh, ini
saya campur pemutih dan boraks! Hehehe” *ketauan deh kalo doi pengoplos=_=*
{TIDAK
LULUS BADAN POM !! DX}
★ Bolu keempat terakhir *kebalik xD* :
-
presentasi -> berwarna orange. Imut banget deh pokoknya.
-
komentar juri :
“Wow,
warna orange~ ini dicampur apa??”
“Jeruuk~
(^w^)”
“Haa?
Jaruk? ( '0')9”
*ala afika*
-Begitu
dimakan- “Acem banget ~_~”
{TIDAK
LULUS UJI LIDAH [?]}
★ Bolu terakhir yang kelima (yang terakhir dari yang terakhir) :
-
presentasi -> sangat menarik, berwarna coklat dengan tulisan “love Ruki” di
atasnya, dibubuhi parutan coklat dan keju pula~
-
komentar Ruki :
“Ih~
Lutchunyaaa~ ada namaku juga di atasnya~ pasti enak *0*”
Ruki
yang terpana dengan presentasi unik bolu tersebut langsung mencomot dan mulai
memakannya. Tapi sebelum bolu itu sempat menyentuh gigi seri Ruki, Uruha sudah
merebut bolu itu duluan.
“Apaan
sih! Kalau mau nyobain ambil aja bolu yang laen! Noh di atas meja masih
banyak!”, omel Ruki kesal. Uruha cuek. Dia tidak mempedulikan Ruki. Dia hanya
memandang sengit peserta yang membuat bolu tersebut lalu mulai berkata..
“Coba
kamu makan ini terlebih dahulu”, perintah Uruha. Namun peserta itu hanya diam
dan menunduk, menyembunyikan wajahnya.
“Ja-jangan..jangan..”,
Kai menimpali.
“Ya!
Bolu ini telah diberi racun!”, ucap Uruha yang membuat seluruh peserta dan
seluruh orang yang hadir di acara sayembara terkejut bukan main.
“Eh!
Jangan sembarangan ya! Bagaimana mungkin bolu ini bisa beracun??, bantah Ruki.
“Tuan
muda, aku adalah Uruha. Profesiku sebagai dukun a.k.a penyihir, jadi hal sepele
seperti ini tidak akan mudah menipuku”, balas Uruha mantap. Ruki langsung
menoleh ke peserta itu.
“Apa
benar bolu itu beracun?”
SREETTT~
“Kyaaaaaa!!
(>A<)”
Semua peserta sayembara yang semua
ber-gender perempuan itu histeris melihat sebuah pisau lipat terhunus di leher
Ruki. Hanya sekitar 2 centimeter saja jarak antara pisau dan leher Ruki.
Melihat hal itu petugas keamanan
mencoba bertindak, tetapi dikecam oleh penyandera itu.
“Berhenti
bergerak atau kubunuh orang ini!”
Ruki berkeringat dingin, ia sadar
bahwa nyawanya kali ini sedang dipertaruhkan. Ia pun berusaha meredam kecaman
dan emosi gadis yang menyanderanya itu.
“T-tolong
tenanglah.Jangan acungkan pisaumu itu padaku ,oke?”
“Diam!!!”
Gulp. Ruki semakin tidak berkutik. Dia
akhirnya diam. Selang berapa saat, ia merasakan sebuah cairan membasahi
pundaknya. Ternyata gadis yang menyanderanya itu menangis.
“Ke-kenapa
kau menangis?”, tanya Ruki gemetaran.
“Kau
harusnya memakan bolu itu..”, ucapnya lirih.
“Apa kau
gila?! Kau bisa membunuh tuan muda!”, bentak Uruha yang eshmoshi pada gadis
itu.
“Aku
tidak segila itu!!Tentu saja ia tidak boleh mati!”
“Lalu
bagaimana mungkin racun itu tidak membunuh tuan muda?” tanya Kai penasaran.
“Aku
sudah mempersiapkan penawar racunnya.. Aku akan menjadi penyelamatnya.. Karena
ia adalah penyelamatku..”
“Aku?
Penyelamatmu?”, Ruki mulai bingung.
“Ya”
~Flashback Start~
Di pertengahan musim dingin, Ruki
berjalan-jalan di kota yang diselimuti salju bersama Reita. Ia berniat shopping
di sebuah pusat perbelanjaan. Di perjalanan, ia melihat hal yang sangat membuat
hatinya miris. Hal itu adalah sebuah pemalakan oleh preman terhadap seorang gadis
kecil penjual kue bolu.
“Cepat
serahkan uangmu!!”
“Maaf,
tapi aku tidak punya uang sepeserpun”
“Bohong!
Itu buktinya kau berjualan bolu!”
“Tapi
bolu ini belum laku sebuah pun”
“Jangan
banyak alasan!”
Tangan besar preman itu akan memukul
gadis itu, namun dihadang oleh sebuah tangan kekar yang lain.
Plok!
Plok !Plok !
“Hebat
kau, Reita-kun! Walaupun badanmu kerempeng ternyata tangan kekarmu gesit juga!
Hahaha”, kata Ruki dari arah belakang sambil tepuk tangan. Reita yang mendengar
kata ‘kerempeng’ pun menggembungkan
pipinya, tersungging,eh tersinggung, wkwkwk.
“Cih!
Siapa kalian? Jangan campuri urusanku!”, ucap preman itu.
“Aku
tidak mencampuri, aku hanya ingin menyingkirkan pemandangan yang menggangguku..
Itu saja”, jawab Ruki enteng sambil melipat tangan di dadanya.
“Apa kau
bil__”
PLAKK!!
Seikat uang berhasil dilempar tepat di
wajah preman ingusan itu (?)
“Kau
menginginkan itu kan? Ambilah!”, ujar Ruki acuh.
Ketika preman itu menunduk untuk
mengambil uang yang terjatuh di tanah, Ruki langsung menarik kerah sweater
preman itu *maklum, Ruki kan buntet XD //duakk*
“Tapi
ingat ya, sekali lagi kau muncul di kota ini. Maka kau akan membayar 10x lipat
uang ini! Mengerti!!?”
“B-baiklaah~”,
balas preman itu lalu ngacir karena ketakutan melihat ‘death glare’ Ruki yang
didukung make up mata + eyelensnya itu, menambah kesan menakutkannya,hohoho~
“Tuan
Ruki tak papa kan?”
“Iya,
aku tak apa, Reita-kun.Tapi sepertinya uangku tidak cukup untuk shopping hari
ini, huft”, keluh Ruki sedikit kecewa.
“Ano…”
gadis kecil itu tertunduk, sebenarnya ia senang dan ingin berterima kasih,
namun ia bingung harus bilang bagaimana.
“Hmm
iya! Sepertinya sisa uangku masih cukup untuk membeli kue bolu! Okey! Aku beli
semuanya ya! d(^.^)b”
“I-iya”
Akhirnya ,Ruki dan Reita pun pulang
membawa banyak kue bolu. Gadis penjual kue bolu itu sangaat bahagia dan
terpesona melihat pemuda itu (pemuda yang dimaksud adalah Ruki *abaikan
Reita*).Ia pun menganggapnya sebagai “pahlawan”, dan berjanji akan menjadi
pahlawan juga bagi pahlawannya(?) tersebut. *bahasane ribet*
Hal gila plus edan yang terbesit dari
dalam hatinya adalah.. ia ingin menjadi ISTRI pahlawannya itu XD *gkgkgk! Gelo
nian!*
~Flashback End~
“Jadi…
kau adalah gadis kecil penjual kue bolu itu?”
“Ya..
tapi aku bukan gadis kecil lagi.Sekarang aku sudah dewasa. Itulah sebabnya aku
ingin menjadi istrimu!” *busset, nepsong amat DX*
Semua yang melihat kejadian itu
melongo, speechless, sweatdropped (termasuk sang konglomerat, Uruha dan Kai
*lol)
“A-aku
mengerti. Tapi kenapa harus kau racuni aku?”
“Itu
karena… Dulu saat aku mencoba melamar(?)mu dengan membawa kue bolu ini sebagai
mahar(???), ada seorang pelayanmu yang bilang bahwa kau benci kue bolu dan
menyuruh siapa pun yang membawa kue bolu untuk diusir.. Aku benar-benar kecewa
dan sakit hati..” .Cerita gadis itu sambil menangis.
“Eh?
Tapi aku tidak pernah bilang begitu pada semua pelayanku kok (o.O)?”
Gadis itu tidak menaggapi, ia malah
terus saja menangis. Ruki langsung melempar ‘death glare’nya (lagi) pada semua
pelayan yang berbaris di hadapannya.
Mereka pun ada yang menunduk
(ketakutan), berkeringat dingin, malahan ada yang ngompol di tempat *plak*
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh
petugas keamanan yang melihat kelengahan gadis itu. Dengan cekatan, petugas
keamanan segera mengikat tangan gadis itu dengan simpul tali pati. *penting gak
sih,hehe*
“LEPASKAN!!
LEPASKAN AKU!! Urusanku belum selesai!! LEPASKAN!!”
“Diam!
Kau sudah mencoba mencelakai Tuan Ruki! Sekarang kau harus dikurung di penjara
bawah tanah!”
“TUNGGU!”
Suara sekushi Ruki menenangkan
suasana. Saking sekushinya semua gadis peserta sayembara pada pingsan (pantesan
tenang, wkk~)
“Tuan
Ruki, tolong jadikanlah aku istrimu! Aku berjanji akan melakukan apapun
untukmu!”
[backsound
: suara violin yang mendayu-dayu *hiksu]
“TIDAK!!
Aku tidak akan pernah memperistrimu!”
CTARRR!!!
[backsound
: suara petir menyambar pohon kelapa sawit]
Hancur, itulah yang tentu saja
dirasakan oleh gadis itu saat ini. Kini ia sadar, betapa bertepuk sebelah
tangannya cinta yang selama ini dipendamnya itu. Air matanya sudah tak
tertahankan lagi, mengalir deras di pipinya.
Tap~
Tap~ Tap~
[backsound
: Ruki melangkah mendekati gadis itu~]
Disentuhnya ubun-ubun gadis itu dengan
lembut oleh Ruki (ceritanya tuh gadis lagi jongkok sambil nangis, makanya
tangan si Ruki nyampe XD *author diinjek Ruki*). Gadis itu pun perlahan
mendongakkan wajahnya yang tertunduk kemudian menatap wajah Ruki.
“Gadis
bodoh! Kau itu tidak pantas menjadi istriku!”
JDERRRRRRRRRRRR!!!
[backsound
: suara ban truk tronton meletus]
Gadis itu langsung mewek lagi deh
mendengar hal itu..huhuhu~
“Ya, kau
mungkin bodoh dan tidak pantas menjadi istriku. Tapi kurasa kau bisa menjadi
temanku! Ah! Atau kau juga bisa menjadi koki di sini!
Kurasa
itu bisa menjadi hukumanmu setelah kau berusaha meracuniku. Kau harus membuat
bolu yang enak untukku sebagai ganti bolu beracun hari ini! Apa kau mengerti?!
d(-3-)b”, ucap Ruki melanjutkan deklarasinya tadi sambil manyun gaje.
Perlahan-lahan tangis sedih gadis itu
berubah menjadi tangis bahagia. Ia sangat berterima kasih kepada Ruki karena
kebaikannya itu. Semua orang yang melihat kejadian itu merasa bagai menonton
drama kolosal, lalu member tepuk tangan yang meriah atas happy ending yang
sangat mengharukan.
¸.•*¨*•\(◦
"̮ ◦) EPILOG (◦ "̮ ◦)/•*¨*•.¸
[perasaan
gak ada prolognya kok ada epilognya yak? Luweh la~ ckk XP]
Sayembara hari itu sudah selesai. Para
pelayan pun mulai membersihkan sisa-sisa perjuangan(?) para peserta. Di sisi
lain, Ruki ,Uruha dan Kai masih saja asik mengobrol di tempat sayembara itu.
“Ternyata
Tuan Muda Ruki memiliki hati yang sangat mulia. Saya benar-benar kagum :)”,
kata Uruha sambil menyunggingkan senyum.
“Iya!!
Saya juga kagum, bahkan terpukau dengan kebaikhatian Tuan Ruki !^-^”,tambah Kai.
“Hahaha,
itu bukan apa-apa kok,hehehe”, balas Ruki yang wajahnya mem-blusing.
Dari kejauhan, Reita terlihat akan
menghampiri Ruki. Setelah sampai ia pun langsung berteriak…
“TUAN
RUKI BAEK BUANGEEET!! GAK SALAH DEH SAYA JADI PELAYANNYA TUAN! XD” [apa
hubungannya?-_-]
“Sudah
sudah mengaguminya~ saya pan jadi maluuu~”
“Hahaiya
deh! Waah! Ada bolu coklat enak tuh! Saya makan ya ,Tuan!” *mencomot bolu
beracun coklat tadi xD*
“JANGAAAAAAAAAAAAAAAANNNN!!!”.
Ruki,Uruha, Kai koor~ ( -w-)/
*gaje
epilog*
~THE END~
*blawu
itu adalah semacam obat yang biasa digunakan sebagai pemutih pakaian(yah
meskipun warnanya biru XD).Blawu ini dipake jaman dulu banget,walau sekarang
masih ada sih, tapi jarang juga yang jual :D sekarang mah pakenya pemutih sabun
gitu yah :3
# Bacot
session author :
Akhirnya
selesai juga~ nyahahaha~ (>w<) *gegulingan kaya anak kucing*
Ini
adalah fanfic “pertama” dari sekian fanfic yang belom kelar dan entah bagaimana
nasibnya
( ;w;)>
Alhamdulillah
banget deh fanfic gaje ini jadi juga (meski harus dibela-belain ditulis pas jam
fisika *bahahaha~)
Maaf
kalo author banyak ngaco dan ngiklan di epep ini~ ohoho
Thanks
to Allah SWT,reader and sapalah! Gkgkgk XD


