#Description
:
Judul : Secretly Escape
Author :
Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan a.k.a istrinya Kaichuu yang baek hati XDD *ditabok*
Genre : AU; little drama ; comedy aneh(?)
Rated : PG aja deh, soale ada kata2 gak baek
di sini XD
Chapter : 02
Cast : member the GazettE [Uruha(main
chara), Aoi, Reita ,Ruki ,Kai] ; serta OC2 nyang laen tentukan sendiri~ ( -3-)o
Warning :gajeh
kaya biasanya ; lebay; alay; bahasa abal2; ancur; agak garing.
Length :
Disclaimer :
the GazettE bukan punya saya, tapi saya cinta the GazettE, jadinya rasanya saya
kaya punya the GazettE X3 *ribet*
Summary : “Aku butuh kebebasan akan keinginanku…”
A/N : akhirnya sempet juga ngupload part 2 ini XDD mari mari dibaca bagi mbak2 ato mas2 yg kebetulan lewat XD *plak*
•••••• Secretly Escape ••••••
“Nyam~ nyam~”
Uruha
asik memakan berondong jagung sambil menonton channel favoritnya itu; National
Geographic. Sejak kecil Uruha memang menyukai acara-acara yang mengisahkan
kehidupan hewan liar(?) Apalagi hari ini channel itu menayangkan hewan yang
sangat ia kagumi, Uruha pun semakin semangat saja menontonnya.
Mau tau hewan apa itu?
Oke, author akan memberi bocoran, bahwa
Uruha itu sangat mengagumi hewan ..
.
.
.
BEBEK!! XD *author dilempari hotpants ama
Uruha*
“Krook~ ngoook~”
Suara
aneh itu mendadak saja muncul, menganggu konsentrasi Uruha yang sedang menonton
tipi.
Setelah
sibuk celingukan(?) mencari sumber suara yang fales itu sampai ke belakang
tipi, rupanya sumber suara itu berasal dari sisi kiri dan kanan tempat ia duduk
(ngapain pake nyari ke belakang tipi segala coba?=_=)
Oh
My God~ Ternyata Reita dan Ruki sudah molor dengan sejahtera dan sentausa sejak
Uruha menonton channel itu dari awal. Uruha sweatdropped, lalu memutuskan untuk
pergi berkeliling, karena ia tidak bisa berkonsentrasi, konsentumbar,
konsenmirijahe, serta konsen-konsen yang lainnya saat menonton tipi jika ada
makhluk-makhluk yang ngorok di dekatnya.
TAP~ TAP~ TAP~
Uruha
melangkahkan kakinya perlahan supaya tidak membangunkan Reita dan Ruki. Ia
merasa seperti mendapatkan gaya tarik magnet dari sebuah ruang –tepat di
sebelah ruang tipi- yang seakan-akan memanggilnya untuk masuk ke dalam.
Begitu
pintu seret gedhek itu dibukanya, lagi-lagi Uruha terkejut a.k.a shoXX. Di sana
sudah tertata rapi berbagai macam alat music beserta perlengkapan sound-nya;
ada drum, bass, mic, speaker dan gitar~ Nampaknya ini ruang tempat mereka
berlatih band.
“Gitar”, ucap Uruha dengan mimic wajah yang
tiba-tiba berubah menjadi sedih kemudian menyentuh benda di hadapannya itu.
“Tentu saja itu gitar, bukan kentongan
mesjid”
Uruha
membalikkan badannya dan di sana sudah berdiri Aoi dengan pakaian layak
pakai(?) ditambah sebuah senyum aneh yang terukir di wajahnya.
“Sejak kapan kau__”
“Uruha-sama tertarik dengan gitar?”
“Aku bilang__”
“Ah~ Uruha-sama benar-benar tertarik dengan
gitar ya? ^0^”
“Apa yang kau__”
“Wajah Uru-sama merah tuh~ Pasti benar-benar
tertarik~ hehe”
Kini
Uruha tersudut. Wajahnya yang memerah tidak bisa membohongi perasaan malu
karena ketahuan masuk ke ruang pribadi mereka tanpa izin.Tapi sebenarnya yang
lebih membuatnya malu adalah saat ia ketahuan bahwa ia memang tertarik dengan
gitar :D Terlebih lagi yang memergokinya adalah Aoi~ Orang paling menyebalkan
di dunia ini xD [note : Uruha’s POV]
“Saya baru tau kalau Uru-sama tertarik dengan
gitar,hehe ^^v”
“… (=///=)”
“Ngomong-ngomong kami sedang kekurangan
personil lho -3-“
“… (0///0)”
“Ya~ pada part gitar~ Kalau Uru-sama
berminat bol__”
“A-apa itu benar?? (0//o//0)”
“Benar! ^^”
“Sungguh?? (*//o//*)”
“Sungguh! ^-^;”
“Benar-benar tidak bohong???? (*//w//*)”
“Ya.. (n_n;)”
“YA!! AKU AKAN MENGISI KEKURANGAN PART ITU!!
(>//o//<)”, teriak Uruha penuh semangat membara berkobar-kobar kaya
pajangan di ujung monas sana.
•••☺☺☺•••
Dheng~ dheng~ JREeng~
Uruha
mulai memainkan gitar di tangannya, Aoi pun dengan setia membimbingnya~ *ehem2
cie2 xD*
“Begini ya?”, tanya Uruha.
“Ya~ begitu. Ternyata Uru-sama berbakat juga
berbain gitar ^^”
“Ah-uh-itu..” Uruha menggaruk-garuk pipinya
yang mulai merona merah karena malu (meskipun gak gatel)
“Minna~ Ayo kita ngemil malem~”.seru
seseorang dari ruang tipi. Aoi dan Uruha sejenak menghentikan aktivitasnya lalu
menuju ke ruang itu karena perut mereka memang sudah dangdutan.
Di
ruang tipi telah berdiri seorang pemuda berkaos hitam yang memakai celemek
layaknya ibu rumah tangga *duak* tengah membawa senampan roti panggang hangat,
sepertinya itu baru matang~
Reita
dan Ruki bangun dengan otomatis begitu mencium aroma sedap dari roti panggang
itu~ ngiler deh~
“Kayaknya enak tuh! Serbuuu!!”, heboh Reita,
Ruki juga ikut-ikutan.
PLAK! PLAKK!
Pemuda
itu menggeplak(?) tangan Reita dan Ruki sebelum sempat mencomot roti
panggangnya.Alhasil Reita Ruki pun cuman bisa ngelus-elus tangannya sambil
manyunin bibir.
“Kenapa sih Kai?? Kita kan laper =3=”, Ruki
kini protes
“Iya nih, kenapa pake ngegeplak segala coba?
Kan atit =3=”, tambah Reita.
“Kalian ini kalau sudah ada makanan aja
langsung sigap! Coba kalau latihan, pasti pada molor deh! ==”, omel seseorang
pemuda itu yang kini telah diketahui bernama Kai.
“Tap-tap-tapikan~~ =0=”
“Tidak usah tapi-tapian! Cuci tangan dulu
dana! Tangan bekas buat ngupil itu gak bagus dipake makan! (=.=)”
“hehehe”
Reita
dan Ruki cuman nyengir kuda menanggapi kata-katanya Kai; berarti itu tangan
beneran bekas buat ngupil XD *jderr*.Mereka pun segera ngibrit ke kamar mandi
untuk cuci tangan. Sementara itu, Uruha dan Aoi masuk ke ruang tipi.
“Konbanwa Kai~ ^0^”, sapa Aoi.
“Ah,Konbanwa Aoi~ ^-^” balas Kai.
“Perkenalkan, ini Uruha-sama. Uruha-sama,
ini Kai, si Leader-sama~”
“Kai desu”
“Uruha desu”
Kai dan Uruha pun berjabat tangan.
“Eh iya Kai, Uruha-sama ini berminat jadi
gitaris baru band kita ~ Boleh kan? Boleh kan? (*v*)”, tanya Aoi dengan mata
blink-blink.
“Boleh~ boleh~ ^-^”, jawab Kai sambil
ngangguk-angguk.
“Holeee~ Kai baek deh~ (>.<)” Aoi
peluk-peluk Kai.
Beberapa
menit kemudian ,Reita & Ruki sudah kembali dengan tangan yang sudah dicuci
bersih bebas dari kuman. Ya, kalau bukan Kai yang menyuruh mereka, siapa lagi?
*author korban iklan //digampar*
“Kai~ lihat nih! Tangan kita udah bersih dan
wangi~ ^___^”, kata Reita Ruki memperlihatkan tangan mereka mirip bocah TK yang
baru aja diajarin cuci tangan.
“Bagus-bagus! Ayo kita makan roti panggang
ala chef Kai~! ^0^” seru Kai yang pedehnya kumat.
“Yeeeee~!! >0<”
“STOOOOOOPPPP!!!!”, teriak Reita mendadak.
“Kenapa sih Rei-kun? o.O”, tanya Ruki heran.
“1..2..4 kok cuman 4 sih Kai? Kan kita ada 5
biji??”, tanya Reita sembari ngitung ulang; takut itungannya salah.
“Oiya!! Tadi kan belum ada tamu, makanya aku
buatnya 4 biji doang ( 'o')7” kata Kai polos
bin inosen.
“Kamu sih Aoi! Mau ngajak temen ke sini gak
bilang-bilang! :O”,cerocos Ruki.
“Hoho~ maap maap TT__TT”, Aoi kepojok.
“(.___.)”, Uruha cuman diem; berasa kehadirannya
mengganggu kesejahteraan makhluk-makhluk dihadapannya.
“Sudah~ sudah~ Uruha bisa makan bagianku
kok.Ini ^-^”, kata Kai sambil ngasih roti panggang bagiannya.
“A-apa itu benar??” (OoO), Uruha.
“Benar ^-^”
“Sungguh?? (*o*)”
“Sungguh ^-^;”
“Benar-benar tidak bohong??? (*w*)”
“Iya (n_n;)”
“Terima kasih Kai!! (>0<)”, kali ini
Uruha peluk-peluk Kai.
*berasa pernah denger di mana gitu yak XD*
“Lagian kamu kan bisa bikin roti panggangnya
lagi! Iya kan Kai? Haem~ nyam-nyam”, kata Reita sambil makan tuh roti dengan
sekali suap.
“Iya n_n”, kata Kai sambil melirik bahan
makanan di atas meja dapur yang sudah ludes tak tersisa dengan senyum melas.
•••☺☺☺•••
“Gochisousama~ ^0^ plok~”, ucap Ruki sambil
menepuk tangannya menjadi satu.
Uruha,
Kai, Aoi dan Reita cuek. Mereka sedang focus menonton “bebek” di channel TV.
--> suara dari TV :
“Bebek.. Bebek adalah hewan unggas, termasuk
dalam kelas Aves dan masuk dalam kingdom animalia. Bebek memiliki banyak
kegunaan, dari telur, bulu, bahkan kotoran *hoek* sekalipun. Berikut ini suara
bebek dari dari peternakan bebek milik Bapak Kamijo Ngamijo Bejo Samijo XDD
“ *tayangan super ngawur*
Kruyuuukkk~ kruyuuukk~ *bunyi nyaring*
“Eh? Kok bebek bunyinya ‘kruyuk’ ??”, Ruki
cengo.
“Iya, seharusnya kan bebek bunyinya KWEK
KWEK KWEK =w=”,Uruha protes sambil manyun bebek, imutnyo~ xD
KRUYUUUUKKK~ *bunyi dengan kekuatan 0.00021
skala richter(?)*
Semuanya ngeliatin Reita. Reita cuman
meringis ala iklan odol.
“Masih laper ya,Rei? O.O”, tanya Kai.
“(*▽*)”,
Reita masih meringis.
Ruki, Aoi, Uruha cuman liat-liatan.
“Maap ya Rei. Persediaan makanan kita udah abis! Hehe”, Kai ikutan
meringis.
GUBRAK!!
Semuanya jatoh, tepar di lantei yang dingin sambil megangin perut.
Kruyuuuk~~
Ah, lapeer~
*ternyata semuanya juga kelaperan xD~*
TRING!
Sebuah lampu bohlam
dengan nyala 20 watt dan muatan 2000 coulomb(?) melayang di atas kepala Uruha,
menandakan sebuah ide telah muncul di otak cerdasnya~
“Hey, kalau kalian mau kalian bisa makan malam di rumahku ^^”,
ucap Uruha kalem.
“EH?? HONTOU????” (0.0). Aoi, Reita, Ruki, ama Kai padus -paduan
suara-
“Haii, HONTOU desu ^^”, Uruha mengangguk kaya boneka cantik, boleh
dilirik gak boleh diculik *plak*
“HoreeEE!! Kita bisa makan malem! Yess!! Hell yeah!!”, Aoi, Reita,
Ruki, ama Kai kali ini tak hanya padus, mereka sudah headbang bahkan jaipongan,
gambyongan dan nge-r(e)og sebagai wujud tanda suka citanya ini. Dan~ mereka pun
otewe ke rumah Uruha xD
•••☺☺☺•••
“BODOH! BODOH! BODOH!!
Bagaimana mungkin kalian tidak tahu di mana
Uruha sekarang??! Ini kan sudah larut malam! Kalau Uruha kenapa-napa
bagaimana,hah??!!”,omel seorang wanita paruh baya pada para pelayannya sambil
mondar-mandir dengan “haihil”-nya, dan itu sukses membuat tetangga-tetangganya,
tukang ngeronda, satpam kompleks bahkan tikus got sekalipun terbangun dari
tidurnya.Lha wong berisik bunyi “cetak cetok” terus XD
“M-maafkan kami, Nyonya. T-tapi tadi
Uruha-sama masih ada di dalam kamar saat saya tawari makan malam.. Dan ia
meminta untuk ditinggalkan sendiri di kamarnya..”, atur seorang pelayan dengan
segenap keberaniannya.
“APA??? Bahkan Uruha juga belum makan
malam?? Oh God! Dia pasti sekarang kelaparan!! Huuhuu”, kata wanita itu terisak
mengetahui putra satu-satunya belom makan malem.
“S-saya akan lapor polisi,Nyonya!”
“Eh? Ngapain? Kan gak ada maling”
“Ya, tentu saja untuk mencari Uruha-sama, Nyoya.
Kan biar aman (.__.)”, urai seorang pelayan setengah shoXX; mengetahui kalau
nyonya-nya rada oon xD *digebuk nyonya pake haihil*
“Oh begitu.Ya sudah! Sana lapor sama (om
pol)isi !! Kalau perlu buat surat kehilangan terus kasihin ke kantor kecamatan!!”
[ini keilangan anak apa keilangan KTP XDD]
“Baik!!”
Pelayan
itu pun mencincing roknya [bayangkan pelayannya kaya pelayan kerajaan di drama
korea] lalu segera mencari telepon rumah.
Nyonya
Rumah masih asik bercetak-cetok ria di beranda rumah ditemani para pelayannya,
niatnya sambil menunggu Uruha, namun tiba-tiba terdengar suara ribut dari dalam
rumah.
KYAAAAAAAAAAAaaa~
PRAAANGG!!
CETAKCETOKCETAKCETOKCETAKCETOKCETAKCETAKCETOKCETOKCETOK
[bunyi suara haihil nyonya yang lari-lari ke sumber suara xD]
“Apa yang terjad__”, kata-kata Nyonya itu
terputus begitu melihat pemandangan luar binasa di depan matanya.
Mau tahu apa sebenarnya pemandangan itu?
Silahkan nantikan setelah pesan-pesan
berikut ini ^0^
*dilempar pisang ama orang utan*
Wokey! Kembali ke fanfic :3
[iklannya : pisang ambon hasil panenan dari
kebonnya Miyavi,gkgkgk //abaikan]
---
“Apa yang terjad__”, kata-kata Nyonya itu
terputus begitu melihat pemandangan luar binasa di depan matanya.
“Uru sayang! Kapan kamu pulang,Nak? TToTT”,
kata Nyonya itu –maminya Uruha- terharu melihat putra yang sangat ia
khawatirkan barusan dan hendak memeluknya, tapi tidak jadi karena ada kehadiran
makhluk-makhluk lain yang tidak ia inginkan.
~Flashback
Start~
“Rumahmu gak jauh kan,Uruha?”, tanya Reita
yang cacing di perutnya sudah gelar pensi –pentas seni-
“Enggak kok, deket. Itu dia”, Uruha nunjuk
rumahnya yang segede istana merdeka.
“Woo~ gede banget (*0*)”, Ruki ama Kai
tersepona, eh terpesona.
“Pintu depannya ada di sebelah sana, ayo
kita masuk ^^”
“Tunggu, Uru-sama! Jangan lewat depan! Pasti
udah dikunci malem-malem begini”, tukas Aoi.
“E iya, kalau begitu kita lewat belakang
saja ya ^o^”
“OKEEY!!”
~Flashback
End~
Ternyata
Uruha dkk sudah balik sejak 10 menit yang lalu. Karena makanan sudah tersedia
di meja makan, jadinya langsung mereka embat deh~
Kalau
pelayan yang tadi masuk untuk mencari telepon itu berteriak karena kaget
nglihat mereka yang udah ngejogrok tanpa dosa sambil makan di ruang makan
[yaiyalah, masa makan di sapiteng ==a].Apalagi pelayan ini langsung terpesona
ama si chibi Ruki yang imut-imut nan embem sedang ngambil nasi di mejikom
sambil bawa piring.. dan PRANG!! Ruki ngejatohin piring deh bicoz keder ama
pelayan yang neriakinnya ini xDD
“Kamu dari mana?? Apa kamu beneran kabur
tadi?? Terus manusia-manusia lusuhi ini siapa?? Pembantu baru kita??”, tanya
maminya Uruha panjang kali lebar kali tinggi(?)
“Uruha dari pergi Mi, kabur sebentar kok.Ini
temen-temen baru Uruha mi, bukan pembantu baru =.=”, jawab Uruha dengan nada
males.
“PERGI?? Siapa yang ngajak pergi?! Pasti
kamu yah!”, seru maminya Uruha sambil nunjuk Aoi dengan tatapan kematian.
Sedangkan
Aoi yang lagi gigit paha ayam belom kelar makannya cuman mendelik namanya
disebut.
“Biarin lah Mi.Lagi pula Uruha kan juga
butuh keluar rumah,Mi =.=”, bela Uruha.
“Uruha! Kamu ini apa udah lupa ama peraturan
yang mami buat? Mami sudah bilang berulang kali kan, kalau kamu ENGGAK BOLEH
bergaul ama orang-orang golongan bawah kaya mereka INI!! Ngerti!?”. Kali ini
maminya Uruha benar-benar marah, terbukti aura-aura nenek sihir keluar dari
tubuhnya.
Aoi,
Reita,Ruki ama Kai yang ketakutann langsung ngumpet di belakang Uruha,
berlindung, hohoho.
“Mungkin mereka dari GOLONGAN BAWAH ,Mi.
Tapi mereka baik kok sama Uruha!”
Uruha
membalas maminya dengan kata-katanya itu. Suasana semakin memanas seperti air
mendidih.Aoi yang takut ada emosi dan tabung gas elpigi meledak pun beralih
bersembunyi di bawah meja makan.
“BAIK kamu bilang?? Mereka mungkin baik
awalnya! Tapi nanti? Mereka bakal nginjek-injek kita!!”
“Gak AKAN, Mi! Uruha jamin mereka
benar-benar baik! Buktinya mereka rela berbagi buat Uruha! Dan yang
terpenting_”
“Apa?!”
“Mereka nerima Uruha jadi temen sekaligus
personil baru band mereka, Mi! Mimpi Uruha selama ini yang gak pernah mami
izinkan selama ini! JADI GITARIS!!”
~the
GazettE Fanfiction “Secretly Escape” Bagian 2✩♪ end~
_TBC dulu nyakk XDD_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar