Senin, 11 Februari 2013

~the GazettE Fanfiction “Secretly Escape” Bagian 1✩♪


#Description :
Judul            : Secretly Escape
Author         : Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan  a.k.a saya!! ^0^
Genre           : AU; little drama ; comedy aneh(?)
Rated           : PG aja deh, soale ada kata2 gak baek di sini XDD
Chapter       : *nunjuk2 judul -3-*
Cast              : member the GazettE [Uruha(main chara), Aoi, Reita ,Ruki ,Kai] ; serta OC2 nyang laen tentukan sendiri~ ( -3-)o
Warning      :gajeh kaya biasanya ; lebay; alay; bahasa abal2; ancur; agak garing. XD
Disclaimer   : the GazettE bukan punya saya, tapi saya cinta the GazettE, jadinya rasanya saya kaya punya the GazettE X3 *ribet*
Summary      : “Aku butuh kebebasan akan keinginanku…”
A/N                 :  nih epep dah lama ngendon di folder sayah, tapi baru sempet di-upload di sini gegara mumet mikirin portofolio buat masuk PTN ama UN di depan mato~ yah, semoga kemumetan saya gak sia2  XDa *curcol* *dibuang* tentang isi epep ini mungkin kisahnya bakal nyerempet dikit ke sinetron-sinetronan XDD
Saa! Gak sah banyak cakap lagi daahh! Mari kita kemoooonn!! >0</
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
•••••• Secretly Escape ••••••


~START~

Tik tok~ tik tok~

          Jam dinding terus berjalan. Detik demi detik telah terlewati. Seorang pemuda tengah termenung sambil melihat bintang di langit dari kamarnya yang terletak di lantai dua rumahnya. Satu menit. Dua menit. Sampai lima belas menit ia hanya diam mematung, hingga sebuah suara mengagetkannya…

“Tuan Uruha, makan malamnya sudah siap”
“Iya, nanti. Tolong tinggalkan aku sendiri”
“B-baiklah Tuan”
          Segera, orang yang diketahui seorang pelayan itu pun meninggalkan ruang kamar tuannya.
          Uruha, begitulah nama tuannya. Ia seorang pemuda yang tampan.Err~ mungkin lebih tepat dibilang cantik(?). Ia merupakan anak dari seorang pejabat yang terpandang. Tentulah ia hidup berkecukupan. Bisa dibilang hidupnya mendekati sempurna. Harusnya ia bahagia.
Namun ternyata itu tidak benar. Ia justru merasa tersiksa dengan kehidupannya itu. Semua kegiatannya dibatasi. Ia tidak diizinkan keluar rumah selain untuk les privat, tidak boleh berteman dengan orang-orang kalangan menengah ke bawah, bahkan ia tidak diizinkan untuk memiliki seorang kekasih.
Teringat olehnya kejadian tadi siang, saat jam istirahat ada seorang junior yang menyatakan perasaannya padanya, tapi harus ditolaknya tanpa perasaan. Itu adalah yang ke-50 kalinya. Sebenarnya ia tidak tega, namun apa boleh buat. Daripada memberikan harapan kosong lebih baik menolaknya sekalian dengan tegas, agar mereka segera melupakannya.
Hal yang paling menyiksanya adalah tidak boleh bermain music; terutama bermain gitar. Mungkin ada pengecualian bila ia bermain piano, karena maminya juga merupakan seorang pianist.
Ah iya, Uruha hanya mempunyai mami-nya di rumah, itu disebabkan perceraian antara papi dan maminya 10 tahun yang lalu. *ini ngarang loh,hehe*

PLOKK!!

“Aduh!”, erang Uruha mendapati sebuah sandal swallow dengan serampatan berwarna pink(?) lusuh menimpuk kepalanya.

“Woi! Di bawah sini!”

Sebuah suara cempreng muncul dari halaman bawah. Uruha pun melongokkan kepalanya mencari sumber suara.
          Dilihatnya seorang pemuda dengan pakaian yang sama lusuhnya dengan sendalnya tengah melambaikan tangannya pada Uruha.

“Aoi? Ngapain kamu nglempar sendalmu ke kepalaku ,hah?! Kurang ajar! ==”, omel Uruha jengkel.
“Hehe, maaf ,Uru-sama! Habisnya dari tadi Uruha-sama bengong terus sih! Daripada nanti kesambet mending saya gangguin,” jawab Aoi ngeles.
“Aku gak bengong! Aku ngeliatin bintang tau!! ==” balas Uruha sengak.
“Jiah cuman ngeliatin bintang. Mending ikut saya aja Uru-sama! :P”
“Kemana?”
“Ada deh! Pokoknya tempatnya gak ngebosenin kaya rumah ini, hehe”
“…”
“Jadi ikut gak?”
“…”
“Uru-sama? (o.O’)”

Swiiiiingg~~ 

BRUUKKK!!

[Uruha melompat dari lantai dua ke halaman bawah lalu jatuh menimpa Aoi XD]

“Oke! Aku ikut ^0^”

•••☺☺☺•••

          Aoi, adalah sosok pemuda yang hiperaktif, narsis, dan usil. Ia adalah anak gardener di rumah Uruha yang mirip istana itu. Meskipun hanyalah anak dari golongan berkasta rendah, ia tidak pernah berkecil hati, malahan membuatnya semakin eksis [???]
          Sudah berkali-kali maminya Uruha melarang ia mendekati Uruha, tapi Aoi tetap saja nekat. Menurutnya, Uruha berhak berteman dengan siapa saja. Selain itu Aoi juga merasa Uruha butuh teman karena ia terlihat begitu tersiksa dengan peraturan-peraturan (bodoh) yang dibuat maminya. Maka dari itu, ia selalu mendekati Uruha bahkan mengajaknya keluar, seperti saat ini~ Aoi mengajak Uru ke suatu tempat! ^-^

“Hei ,Aoi”
“Iya, Uru-sama?”
“Kamu yakin ini tempatnya? ==”
“Yup! Betul sekali! ^^”
“KOK KAYA KANDANG SAPI???”
“Yahaha~ jangan dilihat luarnya saja! Ayo kita lihat dulu dalamnya xD”

          Aoi berjalan ala paskibraka menuju rumah bertembok “gedhek*” dihadapannya. Sementara Uruha mengikutinya dari belakang sambil menggaruk-garuk tangannya yang merasakan atmosfir kumuh tur lusuhdi depannya~ 

GREeeeekkk~
[Aoi membuka pintu rumah gedhek itu dengan kasarnya]

          Uruha mundur 2 langkah, takut jika rumah itu tiba-tiba ambruk (lol)

“Tadaima~ Okaerinasai~* ^0^”, ucap Aoi llu menjawabnya sendiri(?)

          Uruha masih di luar, menunggu beberapa detik lagi; berjaga jika rumah itu benar-benar ambruk *plak*

“Lho? Uru-sama gak masuk? O.O”
“Etto~…”
“Ayo silahkan masuk! Jangan malu-malu! :D”

          Akhirnya Aoi pun menarik Uruha masuk ke dalam rumah itu.
Betapa terkejutnya Uruha ketika melihat isi dalam rumah yang disangkanya kandang sapi itu. Dikiranya keadaan dalam rumah benar-benar replika kandang sapi; berlantaikan tanah, banyak kotoran di mana-mana. Ternyata perkiraan itu salah, sodarah-sodarah! XD
          Lantai rumah sudah dikeramik apik, perabotannya juga tertata rapi, sungguh berbeda dari bayangannya. Yang paling menyita perhatiannya adalah sebuah pigura yang terdapat album CD di dalamnya.

“Wakaremichi?”, kata Uruha sambil mengernyitkan dahinya.
“Oh, itu album pertama kami, Uru-sama!”, ucap Aoi sekaligus menjawab rasa penasaran Uruha.
“Eh? Kau punya band? O.O”, Uruha shoXX.
“Ya! Begitulah ^o^v”
“oh”
          Uruha lagi-lagi shoXX.Tak disangka ,seorang anak gardener miskin itu memiliki sebuah band dan bahkan sudah merilis album[???]. Bagaimana bisa? Pikir Uruha dalam hati. Terbesit rasa iri dalam hatinya; ia saja idak boleh bermain gitar, kenapa orang seperti Aoi ini bisa dan boleh?
          Uruha berjalan menunduk penuh kesuraman mengikuti Aoi yang terus saja berjalan seenaknya sambil melipat tangan di belakang kepalanya.Hingga pada suatu ruang –tengah- Aoi pun menghentikan langkahnya, membuat Uruha spontan kaget dengan pemberhentiannya yang tiba-tiba.
“Aduh! Kalo berhenti bilang-bilang dong! ==a”
“Hhehehe, maaf deh Uru-sama. Ayo silahkan masuk! Douzo! ^^”
          Uruha memegang pegangan(?) pintu geser dihadapannya dengan rasa ragu; buka gak ya? Buka gak ya?-_-“

GRee-eee-kk~

          Ia pun membuka dengan perlahan sampai pegangan pintu itu menyentuh bagian pangkalnya. Di dalam ruang –tengah- sudah terduduk dua orang pemuda yang sedang rebutan remote tipi *LOL*

“Rei-kun! Mending nonton film horror aja!”
“Enggak Ru-chan!! Nonton telenopela aja!”
“Telenopela itu kan bikin nangis, Rei-kun!”
“Ya gapa~ kan romantiiss~”
“Ngga mau!!”
PLOOKK!!~
“Yameeeeeeeiii~*”, ucap Aoi sambil menepuk tangannya; memberi aba-aba agar kedua pemuda di depannya itu berhenti berdebat.
          Sementara itu yang disuruh berhenti tetap saja ribut dengan perdebatannya.

“HOII!! BISA DIEM GAK LU PADE!!?”, Aoi akhirnya nge-growl.

          Dua pemuda itu pun membatu lalu menatap Aoi yang tengah memandang mereka dengan tatapan ibu tiri(?)

“Perkenalkan, orang yang ber-noseband ini bernama Reita. Sedangkan yang chibi imut-imut ini namnya Ruki ^^”, kata Aoi yang ekspresinya sudah berubah bak malaikat izrail.
“Ore wa Reita desu”
“Boku wa Ruki desu”
“Yoroshiku~ ^0^”, ucap Reita dan Ruki bebarengan.
“Watashi wa Uruha desu. Yoroshiku onegaishimasu ^^”, balas Uruha dengan senyum ramah.
“Eh? Uruha? 030”, Reita & Ruki terkejut.
“Haii.Apa ada yang aneh? ^^;”, Uruha sweatdrop melihat ekspresi aneh Reita & Ruki.
“Hei, Aoi. Apa dia ini Uruha majikanmu yang sering kau ceritakan itu?”, bisik Reita pada Aoi. Ruki ikut mendengarkan.
“Ya!! Benar sekali! ^^v”, jawab Aoi.

          Mendapatkan jawaban itu Reita dan Ruki saling bertukar pandang, membuat Uruha semakin merasa aneh dengan makhluk-makhluk di hadapannya itu.
          Beberapa saat, Reita & Ruki beralih memandang Uruha lagi. Ia jadi benar-benar takut. Apalagi setelah itu mereka tiba-tiba berteriak bersama, Uruha pun semakin tercengang dibuatnya.Hal yang mereka teriakkan itu seperti ini..

“URUHA BENAR-BENAR CANTIK!! KAMI KIRA ITU HANYA BUALAN AOI SAJA~ HOHOHO ^0^”

“... (._.)” [Uruha]

“… (=.=*)” [Aoi]

BLETAKK! BLETAKKHH!

          Dua jitakan maut telah mendarat di kepala Reita & Ruki dengan mulus, berhasil membuat mereka meringis kesakitan.

“Baka!! Jangan bilang begitu didepannya!! Bagaimana kalau nanti dia tersinggung??!”, omel Aoi yang sudah menyeret dua teman(dodol)nya itu ke pojok ruangan; supaya Uruha tidak mendengar percakapan mereka.
“Ta-tapi kan itu kenyataan =0=”
“Benar! Ia kan memang cantik! -3-“, Reita dan Ruki membela diri.
“Pokonya JANGAN mengatakan hal itu di depannya!! Apa kalian MENGERTI ,HAH??!!! D:<”, perintah Aoi yang jiwa militernya tiba-tiba muncul.
“Haii~ (o_o”)”, Reituki [Reita Ruki] akhirnya menurut.
“Bagus!! (-,-‘)
Ano~ Uruha-sama tolong maafkanlah 2 manungsa-manungsa ini ya! Dari balita mereka memang suka ceplas-ceplos begini! (>.<)”, ujar Aoi sambil membungkuk berulang-ulang sampai punggungnya encok.
“Iie, daijoubu yo (.__.)” ucap Uruha datar (masih shoXX)
“A iya~ ngomong-ngomong saya ganti baju dulu ya~ Rasanya tidak nyaman memakai baju bekas memulung begini *wakakak XD* silahkan kalian ngobrol dulu ^v^”.Aoi pun meninggalkan 3 pemuda itu.

          Uruha masih diam karena ketakutan dan khawatir, hingga ia pun akhirnya berbicara juga karena diajak ngobrol.

“Hei ,Uruha! Ayo kita nonton telenopela bersama!~”, celetuk Reita.
“Jangan telenopela!! Mnding nonton pilm horror aja !! >0<”, protes Ruki.
“Umm… (.__.)” Uruha bingung.
“Heuh, daripada kita debat terus gak kelar-kelar lebih baik tanya langsung ama Uruha ajalah.Dia mau liat telenopela apa pilm horror (_ _||)”, ujar Reita frustasi.
“Okey! Ano, Uruha! Kamu mau nonton telenopela apa pil horror? :O”, tanya Ruki antusias.
“Sebenarnya… Aku lebih suka menonton channel ‘National Gographic tentang pengetahuan alam begitu..”, jawab Uruha inosen.

(.______.”) [Reituki]

(^^;) [Uruha]

“Baiklah, ayo kita menonton channel itu bersama-sama ^^”, kata Uruha memecahkan suasana –hening-.

•••☺☺☺•••

~the GazettE Fanfiction  “Secretly Escape”  Bagian 1♪ finished~

_TBC dulu deh, biar gak muel XDD__

Tidak ada komentar:

Posting Komentar