#Description
:
Judul : Secretly Escape
Author :
Kemala pw a.k.a SakuraMala-chan a.k.a
saya!! ^0^
Genre : AU; little drama ; comedy aneh(?)
Rated : PG aja deh, soale ada kata2 gak baek
di sini XDD
Chapter :
*nunjuk2 judul -3-*
Cast : member the GazettE [Uruha(main
chara), Aoi, Reita ,Ruki ,Kai] ; serta OC2 nyang laen tentukan sendiri~ ( -3-)o
Warning :gajeh
kaya biasanya ; lebay; alay; bahasa abal2; ancur; agak garing. XD
Disclaimer :
the GazettE bukan punya saya, tapi saya cinta the GazettE, jadinya rasanya saya
kaya punya the GazettE X3 *ribet*
Summary : “Aku butuh kebebasan akan keinginanku…”
A/N : nih epep dah lama ngendon di folder sayah, tapi baru sempet di-upload di sini gegara mumet mikirin portofolio buat masuk PTN ama UN di depan mato~ yah, semoga kemumetan saya gak sia2 XDa *curcol* *dibuang* tentang isi epep ini mungkin kisahnya bakal nyerempet dikit ke sinetron-sinetronan XDD
Saa! Gak sah banyak cakap lagi daahh! Mari kita kemoooonn!! >0</
•••••• Secretly Escape ••••••
~START~
Tik tok~ tik
tok~
Jam dinding terus berjalan. Detik demi
detik telah terlewati. Seorang pemuda tengah termenung sambil melihat bintang
di langit dari kamarnya yang terletak di lantai dua rumahnya. Satu menit. Dua
menit. Sampai lima belas menit ia hanya diam mematung, hingga sebuah suara
mengagetkannya…
“Tuan Uruha,
makan malamnya sudah siap”
“Iya, nanti.
Tolong tinggalkan aku sendiri”
“B-baiklah
Tuan”
Segera, orang yang diketahui seorang
pelayan itu pun meninggalkan ruang kamar tuannya.
Uruha, begitulah nama tuannya. Ia
seorang pemuda yang tampan.Err~ mungkin lebih tepat dibilang cantik(?). Ia
merupakan anak dari seorang pejabat yang terpandang. Tentulah ia hidup berkecukupan.
Bisa dibilang hidupnya mendekati sempurna. Harusnya ia bahagia.
Namun
ternyata itu tidak benar. Ia justru merasa tersiksa dengan kehidupannya itu.
Semua kegiatannya dibatasi. Ia tidak diizinkan keluar rumah selain untuk les
privat, tidak boleh berteman dengan orang-orang kalangan menengah ke bawah,
bahkan ia tidak diizinkan untuk memiliki seorang kekasih.
Teringat
olehnya kejadian tadi siang, saat jam istirahat ada seorang junior yang
menyatakan perasaannya padanya, tapi harus ditolaknya tanpa perasaan. Itu
adalah yang ke-50 kalinya. Sebenarnya ia tidak tega, namun apa boleh buat.
Daripada memberikan harapan kosong lebih baik menolaknya sekalian dengan tegas,
agar mereka segera melupakannya.
Hal
yang paling menyiksanya adalah tidak boleh bermain music; terutama bermain
gitar. Mungkin ada pengecualian bila ia bermain piano, karena maminya juga
merupakan seorang pianist.
Ah
iya, Uruha hanya mempunyai mami-nya di rumah, itu disebabkan perceraian antara
papi dan maminya 10 tahun yang lalu. *ini ngarang loh,hehe*
PLOKK!!
“Aduh!”,
erang Uruha mendapati sebuah sandal swallow dengan serampatan berwarna pink(?)
lusuh menimpuk kepalanya.
“Woi! Di
bawah sini!”
Sebuah suara
cempreng muncul dari halaman bawah. Uruha pun melongokkan kepalanya mencari
sumber suara.
Dilihatnya seorang pemuda dengan
pakaian yang sama lusuhnya dengan sendalnya tengah melambaikan tangannya pada
Uruha.
“Aoi?
Ngapain kamu nglempar sendalmu ke kepalaku ,hah?! Kurang ajar! ==”, omel Uruha
jengkel.
“Hehe, maaf
,Uru-sama! Habisnya dari tadi Uruha-sama bengong terus sih! Daripada nanti
kesambet mending saya gangguin,” jawab Aoi ngeles.
“Aku gak
bengong! Aku ngeliatin bintang tau!! ==” balas Uruha sengak.
“Jiah cuman
ngeliatin bintang. Mending ikut saya aja Uru-sama! :P”
“Kemana?”
“Ada deh! Pokoknya
tempatnya gak ngebosenin kaya rumah ini, hehe”
“…”
“Jadi ikut
gak?”
“…”
“Uru-sama?
(o.O’)”
Swiiiiingg~~
BRUUKKK!!
[Uruha
melompat dari lantai dua ke halaman bawah lalu jatuh menimpa Aoi XD]
“Oke! Aku
ikut ^0^”
•••☺☺☺•••
Aoi,
adalah sosok pemuda yang hiperaktif, narsis, dan usil. Ia adalah anak gardener
di rumah Uruha yang mirip istana itu. Meskipun hanyalah anak dari golongan
berkasta rendah, ia tidak pernah berkecil hati, malahan membuatnya semakin
eksis [???]
Sudah
berkali-kali maminya Uruha melarang ia mendekati Uruha, tapi Aoi tetap saja
nekat. Menurutnya, Uruha berhak berteman dengan siapa saja. Selain itu Aoi juga
merasa Uruha butuh teman karena ia terlihat begitu tersiksa dengan
peraturan-peraturan (bodoh) yang dibuat maminya. Maka dari itu, ia selalu
mendekati Uruha bahkan mengajaknya keluar, seperti saat ini~ Aoi mengajak Uru
ke suatu tempat! ^-^
“Hei ,Aoi”
“Iya, Uru-sama?”
“Kamu yakin ini tempatnya? ==”
“Yup! Betul sekali! ^^”
“KOK KAYA KANDANG SAPI???”
“Yahaha~ jangan dilihat luarnya saja! Ayo
kita lihat dulu dalamnya xD”
Aoi
berjalan ala paskibraka menuju rumah bertembok “gedhek*” dihadapannya.
Sementara Uruha mengikutinya dari belakang sambil menggaruk-garuk tangannya
yang merasakan atmosfir 『kumuh
tur lusuh』di
depannya~
GREeeeekkk~
[Aoi membuka pintu rumah gedhek itu dengan
kasarnya]
Uruha
mundur 2 langkah, takut jika rumah itu tiba-tiba ambruk (lol)
“Tadaima~ Okaerinasai~* ^0^”, ucap Aoi llu
menjawabnya sendiri(?)
Uruha
masih di luar, menunggu beberapa detik lagi; berjaga jika rumah itu benar-benar
ambruk *plak*
“Lho? Uru-sama gak masuk? O.O”
“Etto~…”
“Ayo silahkan masuk! Jangan malu-malu! :D”
Akhirnya
Aoi pun menarik Uruha masuk ke dalam rumah itu.
Betapa terkejutnya Uruha ketika melihat isi
dalam rumah yang disangkanya kandang sapi itu. Dikiranya keadaan dalam rumah
benar-benar replika kandang sapi; berlantaikan tanah, banyak kotoran di
mana-mana. Ternyata perkiraan itu salah, sodarah-sodarah! XD
Lantai
rumah sudah dikeramik apik, perabotannya juga tertata rapi, sungguh berbeda
dari bayangannya. Yang paling menyita perhatiannya adalah sebuah pigura yang
terdapat album CD di dalamnya.
“Wakaremichi?”, kata Uruha sambil
mengernyitkan dahinya.
“Oh, itu album pertama kami, Uru-sama!”,
ucap Aoi sekaligus menjawab rasa penasaran Uruha.
“Eh? Kau punya band? O.O”, Uruha shoXX.
“Ya! Begitulah ^o^v”
“oh”
Uruha
lagi-lagi shoXX.Tak disangka ,seorang anak gardener miskin itu memiliki sebuah
band dan bahkan sudah merilis album[???]. Bagaimana bisa? Pikir Uruha dalam
hati. Terbesit rasa iri dalam hatinya; ia saja idak boleh bermain gitar, kenapa
orang seperti Aoi ini bisa dan boleh?
Uruha
berjalan menunduk penuh kesuraman mengikuti Aoi yang terus saja berjalan
seenaknya sambil melipat tangan di belakang kepalanya.Hingga pada suatu ruang
–tengah- Aoi pun menghentikan langkahnya, membuat Uruha spontan kaget dengan
pemberhentiannya yang tiba-tiba.
“Aduh! Kalo berhenti bilang-bilang dong!
==a”
“Hhehehe, maaf deh Uru-sama. Ayo silahkan
masuk! Douzo! ^^”
Uruha
memegang pegangan(?) pintu geser dihadapannya dengan rasa ragu; buka gak ya?
Buka gak ya?-_-“
GRee-eee-kk~
Ia
pun membuka dengan perlahan sampai pegangan pintu itu menyentuh bagian
pangkalnya. Di dalam ruang –tengah- sudah terduduk dua orang pemuda yang sedang
rebutan remote tipi *LOL*
“Rei-kun! Mending nonton film horror aja!”
“Enggak Ru-chan!! Nonton telenopela aja!”
“Telenopela itu kan bikin nangis, Rei-kun!”
“Ya gapa~ kan romantiiss~”
“Ngga mau!!”
PLOOKK!!~
“Yameeeeeeeiii~*”, ucap Aoi sambil menepuk
tangannya; memberi aba-aba agar kedua pemuda di depannya itu berhenti berdebat.
Sementara
itu yang disuruh berhenti tetap saja ribut dengan perdebatannya.
“HOII!! BISA DIEM GAK LU PADE!!?”, Aoi
akhirnya nge-growl.
Dua
pemuda itu pun membatu lalu menatap Aoi yang tengah memandang mereka dengan
tatapan ibu tiri(?)
“Perkenalkan, orang yang ber-noseband ini
bernama Reita. Sedangkan yang chibi imut-imut ini namnya Ruki ^^”, kata Aoi
yang ekspresinya sudah berubah bak malaikat izrail.
“Ore wa Reita desu”
“Boku wa Ruki desu”
“Yoroshiku~ ^0^”, ucap Reita dan Ruki
bebarengan.
“Watashi wa Uruha desu. Yoroshiku
onegaishimasu ^^”, balas Uruha dengan senyum ramah.
“Eh? Uruha? 030”, Reita & Ruki terkejut.
“Haii.Apa ada yang aneh? ^^;”, Uruha
sweatdrop melihat ekspresi aneh Reita & Ruki.
“Hei, Aoi. Apa dia ini Uruha majikanmu yang
sering kau ceritakan itu?”, bisik Reita pada Aoi. Ruki ikut mendengarkan.
“Ya!! Benar sekali! ^^v”, jawab Aoi.
Mendapatkan
jawaban itu Reita dan Ruki saling bertukar pandang, membuat Uruha semakin
merasa aneh dengan makhluk-makhluk di hadapannya itu.
Beberapa
saat, Reita & Ruki beralih memandang Uruha lagi. Ia jadi benar-benar takut.
Apalagi setelah itu mereka tiba-tiba berteriak bersama, Uruha pun semakin
tercengang dibuatnya.Hal yang mereka teriakkan itu seperti ini..
“URUHA BENAR-BENAR CANTIK!! KAMI KIRA ITU
HANYA BUALAN AOI SAJA~ HOHOHO ^0^”
“... (._.)” [Uruha]
“… (=.=*)” [Aoi]
BLETAKK! BLETAKKHH!
Dua
jitakan maut telah mendarat di kepala Reita & Ruki dengan mulus, berhasil
membuat mereka meringis kesakitan.
“Baka!! Jangan bilang begitu didepannya!!
Bagaimana kalau nanti dia tersinggung??!”, omel Aoi yang sudah menyeret dua
teman(dodol)nya itu ke pojok ruangan; supaya Uruha tidak mendengar percakapan
mereka.
“Ta-tapi kan itu kenyataan =0=”
“Benar! Ia kan memang cantik! -3-“, Reita
dan Ruki membela diri.
“Pokonya JANGAN mengatakan hal itu di
depannya!! Apa kalian MENGERTI ,HAH??!!! D:<”, perintah Aoi yang jiwa
militernya tiba-tiba muncul.
“Haii~ (o_o”)”, Reituki [Reita Ruki]
akhirnya menurut.
“Bagus!! (-,-‘)
Ano~ Uruha-sama tolong maafkanlah 2
manungsa-manungsa ini ya! Dari balita mereka memang suka ceplas-ceplos begini!
(>.<)”, ujar Aoi sambil membungkuk berulang-ulang sampai punggungnya
encok.
“Iie, daijoubu yo (.__.)” ucap Uruha datar
(masih shoXX)
“A iya~ ngomong-ngomong saya ganti baju dulu
ya~ Rasanya tidak nyaman memakai baju bekas memulung begini *wakakak XD*
silahkan kalian ngobrol dulu ^v^”.Aoi pun meninggalkan 3 pemuda itu.
Uruha
masih diam karena ketakutan dan khawatir, hingga ia pun akhirnya berbicara juga
karena diajak ngobrol.
“Hei ,Uruha! Ayo kita nonton telenopela
bersama!~”, celetuk Reita.
“Jangan telenopela!! Mnding nonton pilm
horror aja !! >0<”, protes Ruki.
“Umm… (.__.)” Uruha bingung.
“Heuh, daripada kita debat terus gak
kelar-kelar lebih baik tanya langsung ama Uruha ajalah.Dia mau liat telenopela
apa pilm horror (_ _||)”, ujar Reita frustasi.
“Okey! Ano, Uruha! Kamu mau nonton
telenopela apa pil horror? :O”, tanya Ruki antusias.
“Sebenarnya… Aku lebih suka menonton channel
‘National Gographic tentang pengetahuan alam begitu..”, jawab Uruha inosen.
(.______.”) [Reituki]
(^^;) [Uruha]
“Baiklah, ayo kita menonton channel itu
bersama-sama ^^”, kata Uruha memecahkan suasana –hening-.
•••☺☺☺•••
~the
GazettE Fanfiction “Secretly Escape”
Bagian 1✩♪ finished~
_TBC dulu deh, biar gak muel XDD__




